Jurusan Manajemen Perkantoran Belajar Apa Saja? Ini Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan Gajinya

Daftar Isi

Bagikan

Jurusan Manajemen Perkantoran Belajar Apa Saja

Banyak calon mahasiswa memilih jurusan Manajemen Perkantoran karena lulusannya dibutuhkan di hampir semua perusahaan.

Namun, tidak sedikit yang masih bertanya, jurusan Manajemen Perkantoran belajar apa saja? Apakah hanya mengetik surat dan mengarsipkan dokumen?

Jawabannya tentu tidak. Seiring perkembangan teknologi, materi yang dipelajari jauh lebih luas, mulai dari administrasi bisnis, komunikasi profesional, pengelolaan dokumen digital, hingga penggunaan aplikasi perkantoran untuk mendukung operasional perusahaan.

Lantas, apa yang dimaksud dengan manajerial? 

✦ Key Takeaways
  • Jurusan Manajemen Perkantoran mempelajari administrasi surat-menyurat, juga komunikasi bisnis, pengelolaan dokumen digital, koordinasi operasional, hingga penggunaan teknologi perkantoran yang banyak diterapkan di dunia kerja modern.
  • Lulusannya memiliki prospek karier yang luas, mulai dari staf administrasi, sekretaris, HR administrator, hingga office manager. Dengan pengalaman kerja dan peningkatan kompetensi, peluang untuk naik jabatan dan memperoleh gaji yang lebih tinggi juga semakin terbuka.

Jurusan Manajemen Perkantoran Belajar Apa Saja?

Secara umum, jurusan ini mempelajari cara mengelola aktivitas administrasi dan operasional kantor agar berjalan efektif dan efisien.

Beberapa mata kuliah atau kompetensi yang biasanya dipelajari meliputi:

  • Administrasi perkantoran.
  • Manajemen kearsipan.
  • Komunikasi bisnis.
  • Korespondensi dan penulisan surat resmi.
  • Manajemen sumber daya manusia dasar.
  • Pengelolaan agenda dan rapat.
  • Microsoft Office dan aplikasi produktivitas.
  • Pengelolaan dokumen digital.
  • Etika profesi dan pelayanan pelanggan.
  • Dasar-dasar manajemen dan organisasi.

Di beberapa perguruan tinggi, mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem digital workplace, cloud collaboration, hingga aplikasi manajemen proyek yang banyak digunakan di perusahaan modern.

Apa Bedanya dengan Jurusan Manajemen?

Meski sama-sama mempelajari pengelolaan organisasi, fokus keduanya berbeda.

Jurusan Manajemen lebih banyak membahas strategi bisnis, pemasaran, keuangan, dan pengambilan keputusan.

Sementara itu, Manajemen Perkantoran lebih berfokus pada bagaimana aktivitas administrasi, komunikasi, pengarsipan, dan koordinasi antardivisi dapat berjalan dengan baik sehingga operasional perusahaan tetap efisien.

See also  Dampak Bonus Kinerja dan Klausa Khusus: Tantangan Biaya Staf Perusahaan

Jurusan Manajemen Perkantoran Kerja Apa?

Lulusannya memiliki peluang karier yang cukup luas karena hampir setiap organisasi membutuhkan tenaga administrasi yang kompeten.

Beberapa profesi yang dapat ditekuni antara lain:

  • Staf administrasi.
  • Executive Secretary.
  • Office Administrator.
  • Personal Assistant.
  • Human Resources Administrator.
  • Document Controller.
  • Customer Service Officer.
  • Administrative Coordinator.
  • Project Administrator.
  • Front Office Officer.

Selain di perusahaan swasta, lulusan jurusan ini juga memiliki peluang bekerja di instansi pemerintah, lembaga pendidikan, rumah sakit, maupun BUMN.

Berapa Gaji Lulusan Manajemen Perkantoran?

Besaran gaji bergantung pada lokasi kerja, pengalaman, dan posisi yang ditempati.

Sebagai gambaran umum di Indonesia:

Posisi
Estimasi Gaji per Bulan
Staff Administrasi
Rp3.500.000 – Rp6.000.000
Executive Secretary
Rp6.000.000 – Rp12.000.000
HR Administrator
Rp5.000.000 – Rp8.000.000
Office Manager
Rp8.000.000 – Rp15.000.000+

Semakin tinggi pengalaman dan tanggung jawab yang dimiliki, semakin besar pula peluang memperoleh penghasilan yang lebih tinggi.

Jurusan Manajemen Perkantoran SMK Belajar Apa?

Di tingkat SMK, kompetensi yang dipelajari lebih menitikberatkan pada praktik kerja.

Siswa biasanya mempelajari:

  • Administrasi surat-menyurat.
  • Pengarsipan dokumen.
  • Pengoperasian Microsoft Office.
  • Pelayanan pelanggan.
  • Tata kelola rapat.
  • Public speaking dasar.
  • Pengelolaan data administrasi.

Selain itu, siswa juga mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) agar memiliki pengalaman bekerja sebelum lulus.

Lulusan SMK Manajemen Perkantoran Bisa Kuliah Jurusan Apa?

Setelah lulus SMK, siswa tidak harus melanjutkan ke jurusan yang sama.

Beberapa pilihan program studi yang masih relevan antara lain:

  • S1 Manajemen.
  • Administrasi Bisnis.
  • Administrasi Publik.
  • Manajemen Perkantoran.
  • Manajemen Sumber Daya Manusia.
  • Bisnis Digital.
  • Akuntansi.
  • Ilmu Komunikasi.

Pemilihan jurusan sebaiknya disesuaikan dengan minat dan rencana karier setelah lulus.

Universitas yang Memiliki Jurusan Manajemen Perkantoran

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia menawarkan program studi yang berkaitan dengan administrasi dan manajemen perkantoran, salah satunya adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui program studi yang relevan di bidang administrasi perkantoran.

See also  Apa yang Dimaksud dengan Organogram dan Cara Membuatnya

Selain itu, terdapat pula berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang membuka program serupa dengan nama yang berbeda, seperti Administrasi Perkantoran, Pendidikan Manajemen Perkantoran, atau Manajemen Administrasi.

Sebelum memilih kampus, pastikan program studi tersebut telah terakreditasi dan memiliki kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Gelar Lulusan Manajemen Perkantoran

Gelar yang diperoleh bergantung pada jenjang pendidikan dan kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

Sebagai contoh, lulusan program sarjana umumnya memperoleh gelar sesuai nama program studi yang diselenggarakan oleh kampus, sedangkan lulusan diploma akan memperoleh gelar vokasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, sebaiknya calon mahasiswa memeriksa informasi resmi dari universitas yang dituju untuk mengetahui gelar akademik yang akan diperoleh.

Studi Kasus

Seorang lulusan SMK Manajemen Perkantoran memulai karier sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan logistik. Tugas utamanya adalah mengelola dokumen pengiriman, membuat laporan operasional, dan menjadwalkan rapat.

Karena telah terbiasa menggunakan aplikasi perkantoran dan memahami pengelolaan dokumen sejak sekolah, proses adaptasinya berjalan lebih cepat dibandingkan karyawan baru lainnya.

Setelah dua tahun bekerja, ia melanjutkan kuliah S1 pada program studi Manajemen sambil tetap bekerja. Kombinasi pengalaman kerja dan pendidikan formal membantunya memperoleh promosi menjadi Administrative Supervisor.

Kasus ini menunjukkan bahwa lulusan Manajemen Perkantoran memiliki peluang untuk berkembang, baik melalui pengalaman kerja maupun pendidikan lanjutan.

Jurusan Manajemen Perkantoran mempelajari administrasi, komunikasi bisnis, pengelolaan dokumen, teknologi perkantoran, dan koordinasi operasional. Kompetensi tersebut membuat lulusannya dibutuhkan di berbagai sektor industri dengan peluang karier yang cukup luas.

Bagi Anda yang menyukai pekerjaan yang terstruktur, teliti, dan berhubungan dengan pengelolaan operasional perusahaan, jurusan ini dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

See also  Sistem Manajemen Dokumen Perusahaan: Cara Mengelola Dokumen Bisnis dengan Lebih Efisien