Dalam dunia kerja, Anda mungkin pernah mendengar istilah reimburse atau reimbursement, terutama saat membahas biaya perjalanan dinas, pembelian perlengkapan kerja, atau biaya berobat.
Lalu, reimburse itu apa? Apakah sama dengan uang saku atau tunjangan?
Jawabannya tidak.
Reimburse adalah mekanisme penggantian biaya yang telah dikeluarkan terlebih dahulu oleh karyawan untuk kepentingan pekerjaan atau sesuai kebijakan perusahaan.
Reimburse Itu Apa?
Reimburse adalah proses penggantian uang kepada seseorang setelah ia mengeluarkan biaya terlebih dahulu untuk keperluan tertentu yang telah disetujui.
Dalam perusahaan, sistem ini umum digunakan ketika karyawan membayar kebutuhan operasional menggunakan uang pribadi, kemudian mengajukan klaim agar biaya tersebut diganti oleh perusahaan.
Sebagai contoh, seorang karyawan membeli alat tulis untuk kebutuhan kantor senilai Rp350.000 menggunakan uang pribadi. Setelah menyerahkan nota pembelian dan formulir klaim, perusahaan mengganti biaya tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Tentu karyawan tidak mau membayar sesuatu untuk perusahaan tapi dengan uang pribadi.
Reimburse Dibaca Bagaimana?
Kata reimburse berasal dari bahasa Inggris dan umumnya dibaca /ˌriː.ɪmˈbɜːrs/, yang dalam pelafalan sehari-hari sering diucapkan sebagai “ri-imbers“.
Di Indonesia, istilah ini juga sering disebut reimbursement, meskipun maknanya tetap sama, yaitu penggantian biaya.
Mana yang benar, reimburse atau rembes?
Dalam percakapan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menulis atau mengucapkan “rembes” ketika yang dimaksud sebenarnya adalah reimburse.
Padahal, keduanya memiliki arti yang jauh berbeda.
Reimburse berarti penggantian biaya.
Sedangkan kata rembes dalam bahasa Indonesia berarti meresap atau bocor melalui celah.
Tapi mau bagaimana lagi, lidah orang Indonesia memang seperti itu, pilih cara pengucapan yang mudah dan familiar meskipun salah.
Bagaimana Sistem Reimburse Bekerja?
Meskipun setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda, alurnya umumnya hampir sama.
- Karyawan mengeluarkan biaya pribadi untuk kepentingan pekerjaan.
- Karyawan menyimpan bukti pembayaran, seperti nota atau invoice.
- Karyawan mengajukan klaim reimbursement kepada perusahaan.
- Atasan atau bagian keuangan melakukan verifikasi.
- Perusahaan mengganti biaya sesuai kebijakan yang berlaku.
Beberapa perusahaan telah menggunakan sistem digital sehingga proses pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi atau platform manajemen kerja tanpa harus mengisi formulir secara manual.
Contoh Reimbursement di Perusahaan
Berikut beberapa contoh biaya yang sering diganti melalui sistem reimbursement.
- Biaya transportasi saat perjalanan dinas.
- Pembelian perlengkapan kantor.
- Biaya parkir.
- Pengeluaran konsumsi ketika bertemu klien.
- Biaya internet untuk pekerjaan tertentu.
- Pengobatan sesuai fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan.
Tidak semua pengeluaran dapat diklaim. Jenis biaya yang dapat direimburse biasanya diatur dalam kebijakan internal perusahaan.
Contoh Kasus
Seorang staf pemasaran ditugaskan bertemu klien di luar kota.
Selama perjalanan, ia mengeluarkan biaya sebagai berikut:
- Tiket kereta: Rp450.000
- Taksi: Rp120.000
- Parkir: Rp30.000
Total pengeluaran mencapai Rp600.000.
Setelah kegiatan selesai, ia mengunggah seluruh bukti pembayaran melalui sistem reimbursement perusahaan. Tim keuangan kemudian memverifikasi dokumen tersebut dan mentransfer dana sebesar Rp600.000 ke rekening karyawan.
Karena seluruh biaya telah sesuai dengan kebijakan perusahaan, proses penggantian berlangsung tanpa kendala.
Budget yang Bisa Diganti Perusahaan dan yang Tidak
Hal yang bisa di-reimburse adalah uang pribadi karyawan yang terpakai untuk menanggung keperluan atau kepentingan perusahaan, dengan syarat ada bukti pembayaran sah seperti struk atau nota.
Bersyukurlah Anda jika bekerja di perushaan yang tidak terlalu ketat dalam mengatur mekaisme penggantian uang ini.
Berdasarkan pengalaman kami, kebanyakan perusahaan cukup ketat menyeleksi klaim keuangan. Bukan tanpa dasar, ada saja karyawan yang memalsukan nota dan bukti pembayaran supaya dapat penggantian lebih dari seharusnya.
| #Biaya yang Umumnya Bisa Direimburse |
|
Transportasi untuk perjalanan dinas (taksi, kereta, pesawat)
|
| Akomodasi hotel selama perjalanan dinas |
|
Konsumsi saat bertemu klien atau menghadiri rapat bisnis
|
|
Pembelian alat tulis atau perlengkapan kantor yang disetujui
|
| Biaya parkir selama menjalankan tugas kantor |
|
Biaya internet atau pulsa untuk mendukung pekerjaan (jika diatur perusahaan)
|
|
Biaya pelatihan, seminar, atau sertifikasi yang ditugaskan perusahaan
|
|
Biaya pengobatan melalui skema reimbursement kesehatan perusahaan
|
| #Biaya yang Umumnya Tidak Bisa Direimburse |
|
Pengeluaran untuk keperluan pribadi di luar pekerjaan
|
|
Pembelian barang pribadi, seperti pakaian atau gadget untuk penggunaan pribadi
|
|
Makanan atau minuman yang tidak berkaitan dengan aktivitas kerja
|
|
Denda parkir, denda lalu lintas, atau biaya akibat kelalaian pribadi
|
|
Pengeluaran tanpa bukti transaksi yang sah (sesuai kebijakan perusahaan)
|
|
Pengeluaran yang melebihi batas nominal atau tidak mendapat persetujuan
|
|
Liburan, hiburan, atau perjalanan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan
|
|
Klaim yang diajukan melewati batas waktu yang ditentukan perusahaan
|
Catatan: Daftar di atas bersifat umum. Setiap perusahaan memiliki kebijakan reimbursement yang berbeda, termasuk jenis biaya yang dapat diklaim, batas nominal, dokumen pendukung, dan waktu pengajuan. Oleh karena itu, karyawan sebaiknya mengacu pada peraturan atau SOP reimbursement yang berlaku di perusahaan masing-masing.
Apa Bedanya Reimburse dan Tunjangan?
Kedua istilah ini sering dianggap sama, padahal mekanismenya berbeda.
| Reimburse |
Tunjangan
|
| Dibayarkan setelah karyawan mengeluarkan biaya |
Diberikan tanpa harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu
|
| Harus disertai bukti pembayaran |
Umumnya tidak memerlukan bukti transaksi
|
| Nominal mengikuti pengeluaran yang disetujui |
Nominal biasanya sudah ditentukan perusahaan
|
| Bersifat klaim |
Bersifat hak atau fasilitas karyawan
|
Memahami perbedaan ini penting agar tidak terjadi kesalahan saat mengajukan penggantian biaya.
Reimburse Asuransi Maksudnya Apa?
Selain di perusahaan, istilah reimbursement juga sering digunakan dalam dunia asuransi.
Reimburse asuransi adalah mekanisme penggantian biaya medis setelah peserta membayar terlebih dahulu kepada rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
Misalnya, seseorang membayar biaya rawat jalan sebesar Rp1.000.000 menggunakan dana pribadi. Setelah mengajukan klaim sesuai ketentuan polis, perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut, baik sebagian maupun seluruhnya, tergantung manfaat yang dimiliki.
Berbeda dengan sistem cashless, pada mekanisme ini peserta harus menalangi biaya terlebih dahulu sebelum mengajukan klaim.
Tips Agar Pengajuan Reimburse Disetujui
Agar proses klaim berjalan lancar, perhatikan beberapa hal berikut:
- Simpan nota atau invoice asli.
- Ajukan klaim sesuai batas waktu yang ditentukan perusahaan.
- Pastikan jenis pengeluaran termasuk dalam kebijakan reimbursement.
- Lengkapi dokumen pendukung apabila diperlukan.
- Hindari mengubah atau memalsukan bukti transaksi.
Langkah-langkah tersebut dapat mempercepat proses verifikasi oleh tim keuangan.
Dalam lingkungan kerja, penggantian biaya ini banyak digunakan untuk mengganti pengeluaran karyawan untuk kepentingan perusahaan seperti perjalanan dinas, pembelian perlengkapan, maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan pekerjaan.
Dengan memahami cara kerja reimbursement, karyawan dapat mengajukan klaim dengan benar, sementara perusahaan dapat mengelola pengeluaran secara lebih transparan dan terdokumentasi.



