Urutan Jabatan dalam Perusahaan: Hierarki, Tugas, dan Jenjang Karier

Daftar Isi

Bagikan

struktur jabatan dalam perusahaan

Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi yang berbeda. Namun, secara umum terdapat hierarki jabatan yang menunjukkan siapa yang bertanggung jawab mengambil keputusan, mengelola divisi, hingga menjalankan pekerjaan operasional sehari-hari.

Ketika Anda memulai karir dari bawah, maka kamu bisa mendapat gambaran visioner lewat struktur jabatan yang Sokatree berikan.

Oke, apa saja sih jabatan di perusahaan beserta tugas dan tanggung jawabnya?

Lantas, apa yang dimaksud dengan manajerial? 

✦ Key Takeaways
  • Urutan jabatan dalam perusahaan membantu Anda mengetahui alur tanggung jawab, proses pengambilan keputusan, serta jenjang karier dari level staf hingga posisi eksekutif. Hal ini juga memudahkan Anda memahami peran yang akan dijalankan saat melamar atau bekerja di suatu perusahaan.

     

  • Setiap jabatan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Semakin tinggi posisinya, semakin besar pula tanggung jawab dalam menyusun strategi, mengelola tim, dan memastikan perusahaan mencapai tujuan bisnisnya.

Urutan Jabatan dalam Perusahaan

Umumnya, struktur organisasi perusahaan disusun dari jabatan dengan tanggung jawab strategis hingga posisi operasional.

Kenapa harus dibuat hierarkis? Supaya kinerjanya efisien. CEO tidak perlu mengerjakan tugas staf, begitu pula sebaliknya. Jika terjadi hal yang demikian maka dipastikan sistemnya buruk atau salah.

Bayangkan, permasalahan yang bisa dilaporkan dan ditangani oleh Lurah justru diambil alih oleh Wapres lewat program “Lapor Mas Wapres”, sudah pasti itu program “ngaco” di dalam sistem yang salah.

Maka dari itu dibuat struktur supaya tupoksi masing-masing jabatannya jelas. Urutannya dari yang paling tinggi sampai terendah sebagai berikut.

  1. Pemegang Saham (Shareholders)
  2. Dewan Komisaris
  3. Direktur Utama (Chief Executive Officer/CEO)
  4. Direktur
  5. General Manager (GM)
  6. Manager
  7. Assistant Manager atau Deputy Manager
  8. Supervisor
  9. Team Leader atau Koordinator
  10. Senior Staff
  11. Staff
  12. Internship atau Magang

Pada perusahaan yang lebih kecil, beberapa posisi dapat digabung menjadi satu. Sebaliknya, perusahaan besar biasanya memiliki struktur yang lebih kompleks.

Hierarki Jabatan dalam Perusahaan

Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana struktur organisasi perusahaan.

                 Pemegang Saham
                       │
                       ▼
              Dewan Komisaris
                       │
                       ▼
           CEO / Direktur Utama
                       │
          ┌────────────┼────────────┐
          ▼            ▼            ▼
Direktur Operasional  Direktur Keuangan  Direktur SDM
                       │
                       ▼
               General Manager
                       │
                       ▼
                   Manager
                       │
                       ▼
              Assistant Manager
                      │
                      ▼
                 Supervisor
                      │
                      ▼
                Team Leader
                      │
                      ▼
               Senior Staff
                      │
                      ▼
                   Staff

Struktur ini dapat berbeda pada setiap perusahaan, tetapi prinsip utamanya tetap sama, yaitu setiap jabatan memiliki tanggung jawab dan garis pelaporan yang jelas.

Nama-Nama Jabatan di Perusahaan dan Tugasnya

1. Pemegang Saham

Pemegang saham merupakan pihak yang memiliki kepemilikan terhadap perusahaan dan menentukan arah bisnis melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

2. Dewan Komisaris

Bertugas mengawasi jalannya perusahaan serta memberikan masukan kepada direksi.

3. Chief Executive Officer (CEO)

CEO merupakan pemimpin tertinggi yang bertanggung jawab atas keseluruhan strategi dan kinerja perusahaan.

Tugas utamanya meliputi:

  • Menentukan visi perusahaan.
  • Mengambil keputusan strategis.
  • Memimpin direksi.

Mewakili perusahaan kepada investor maupun mitra bisnis.

4. Direktur

Direktur memimpin bidang tertentu, misalnya keuangan, operasional, pemasaran, atau sumber daya manusia.

5. General Manager

General Manager bertanggung jawab memastikan seluruh operasional divisi berjalan sesuai target perusahaan.

6. Manager

Manager mengelola satu departemen tertentu.

Contohnya:

  • Marketing Manager.
  • HR Manager.
  • Finance Manager.
  • IT Manager.
  • Sales Manager.

7. Assistant Manager

Membantu manager dalam mengawasi operasional sehari-hari dan menggantikan tugasnya apabila diperlukan.

8. Supervisor

Supervisor bertugas mengawasi pekerjaan tim operasional agar target harian maupun bulanan dapat tercapai.

9. Team Leader

Memimpin kelompok kerja yang lebih kecil dan menjadi penghubung antara supervisor dengan anggota tim.

10. Senior Staff

Senior Staff memiliki pengalaman lebih tinggi dibandingkan staf biasa dan sering menjadi mentor bagi anggota tim baru.

11. Staff

Staff menjalankan pekerjaan operasional sesuai dengan tugas masing-masing.

12. Intern atau Magang

Posisi ini diperuntukkan bagi mahasiswa atau lulusan baru yang sedang menjalani program pembelajaran di perusahaan.

Urutan Jabatan dalam Perusahaan Swasta

Pada perusahaan swasta, struktur organisasi umumnya lebih fleksibel dibandingkan instansi pemerintah.

Sebagai contoh:

  1. CEO
  2. Director
  3. General Manager
  4. Manager
  5. Supervisor
  6. Staff

Perusahaan rintisan (startup) bahkan sering menghilangkan beberapa lapisan jabatan agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat.

Urutan Jabatan di Pabrik

Perusahaan manufaktur biasanya memiliki struktur operasional yang sedikit berbeda.

Contohnya:

  1. Plant Director.
  2. Factory Manager.
  3. Production Manager.
  4. Production Supervisor.
  5. Line Leader.
  6. Operator Produksi.

Selain divisi produksi, terdapat pula bagian Quality Control, Engineering, Warehouse, Maintenance, dan Logistics yang memiliki jenjang jabatan serupa.

Studi Kasus – Sebagai Contoh Konkrit

Bayangkan sebuah perusahaan makanan memiliki lebih dari 300 karyawan.

Direktur Utama tidak mungkin mengawasi seluruh karyawan secara langsung.

Karena itu, perusahaan membentuk struktur organisasi berjenjang.

Direktur Operasional bertanggung jawab kepada CEO. Di bawahnya terdapat General Manager yang mengawasi beberapa manager, seperti Production Manager dan Warehouse Manager.

Masing-masing manager membawahi supervisor. Selanjutnya, supervisor mengarahkan team leader yang bertugas mengoordinasikan para operator produksi di lapangan.

Dengan pembagian tanggung jawab seperti ini, setiap keputusan dapat disampaikan secara berjenjang sehingga operasional perusahaan tetap berjalan efektif meskipun jumlah karyawan terus bertambah.

Jabatan Tertinggi di Perusahaan dan Tanggung Jawabnya

Banyak orang mengira jabatan tertinggi di perusahaan adalah CEO. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi perlu dipahami bahwa struktur organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan yang memiliki peran berbeda.

Dari sisi operasional, Chief Executive Officer (CEO) atau Direktur Utama merupakan pemimpin tertinggi yang bertanggung jawab menjalankan perusahaan sehari-hari. CEO menetapkan arah strategi bisnis, mengambil keputusan penting, mengelola sumber daya perusahaan, serta memastikan target perusahaan dapat tercapai.

Namun, jika dilihat dari struktur kepemilikan, pemegang saham (shareholders) berada pada posisi tertinggi karena mereka adalah pemilik perusahaan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), para pemegang saham memiliki kewenangan untuk mengangkat atau memberhentikan anggota direksi dan dewan komisaris.

Sementara itu, dewan komisaris bertugas mengawasi kebijakan dan kinerja direksi. Komisaris tidak terlibat langsung dalam operasional sehari-hari, tetapi memastikan perusahaan dikelola sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance).

Informasi tersebut akan membantu Anda memahami jalur karier sekaligus ekspektasi pekerjaan yang akan dijalankan.

Urutan jabatan dalam perusahaan menunjukkan pembagian tanggung jawab dan wewenang di setiap level organisasi.

Meskipun struktur setiap perusahaan dapat berbeda, umumnya hierarki dimulai dari pemegang saham, dewan komisaris, direksi, manajemen, hingga staf operasional.

Memahami struktur ini akan memudahkan Anda mengenali alur pelaporan, proses pengambilan keputusan, dan peluang pengembangan karier di dunia kerja.

See also  Memilih Software HR Unggul: Perbandingan 9 Solusi Terbaik di Australia untuk 2026