Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omzet Lengkap dengan Contoh Perhitungannya

Cara menghitung gaji berdasarkan omzet

Banyak pemilik usaha bertanya, apakah gaji karyawan boleh dihitung berdasarkan omzet? Pertanyaan ini sering muncul pada bisnis berskala kecil seperti toko, rumah makan, warung kopi, hingga usaha retail. Jawabannya, boleh, selama sistem pengupahan disepakati oleh kedua belah pihak dan tetap memenuhi ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk tidak melanggar ketentuan mengenai upah minimum apabila aturan tersebut berlaku bagi hubungan kerja yang bersangkutan. Karena itu, sebelum menentukan sistem penggajian, penting untuk memahami model perhitungan yang paling sesuai dengan kondisi usaha Anda. Lantas, apa yang dimaksud dengan manajerial?  ✦ Key Takeaways Menghitung gaji berdasarkan omzet dapat menjadi strategi yang efektif bagi UMKM untuk menyesuaikan biaya tenaga kerja dengan performa bisnis. Model yang umum digunakan adalah kombinasi gaji pokok dengan bonus atau komisi berbasis omzet agar tetap memberikan kepastian pendapatan sekaligus memotivasi karyawan meningkatkan penjualan. Meskipun tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur gaji berdasarkan omzet, perusahaan tetap harus menerapkan sistem pengupahan yang sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan, dituangkan dalam perjanjian kerja, dan disepakati bersama antara pemberi kerja dan karyawan. Apakah Gaji Berdasarkan Omzet Cocok untuk Semua Bisnis? Tidak selalu. Sistem ini lebih cocok diterapkan pada usaha yang pendapatannya berubah-ubah setiap bulan, misalnya: Toko kelontong. Rumah makan. Warung kopi. Toko pakaian. Salon. Bengkel. Agen penjualan. Sebaliknya, perusahaan dengan struktur organisasi yang besar umumnya menggunakan sistem gaji tetap yang mengacu pada kebijakan perusahaan dan ketentuan ketenagakerjaan. Cara Menghitung Gaji Berdasarkan Omzet Secara umum terdapat tiga model yang paling sering digunakan. 1. Gaji Tetap Karyawan menerima nominal yang sama setiap bulan tanpa dipengaruhi omzet. Contoh: Omzet bulan ini Rp80.000.000. Gaji karyawan tetap Rp4.500.000. Meskipun omzet naik atau turun, nominal yang diterima tetap sama. Model ini memberikan kepastian bagi karyawan, tetapi seluruh risiko bisnis ditanggung oleh pemilik usaha. 2. Gaji Pokok + Persentase Omzet Model ini paling banyak digunakan oleh UMKM. Rumusnya: Total Gaji = Gaji Pokok + (Omzet × Persentase Bonus) Contoh: Gaji pokok: Rp3.000.000 Omzet bulan ini: Rp120.000.000 Bonus: 1% Perhitungan: Bonus = Rp120.000.000 × 1% = Rp1.200.000 Total yang diterima: Rp3.000.000 + Rp1.200.000 = Rp4.200.000 Dengan sistem ini, karyawan memiliki motivasi untuk membantu meningkatkan penjualan karena pendapatan mereka ikut bertambah ketika omzet naik. 3. Sistem Persenan (Komisi) Pada sistem ini, penghasilan sepenuhnya dihitung berdasarkan persentase penjualan. Rumus: Gaji = Total Omzet × Persentase Komisi Misalnya: Omzet pribadi seorang sales mencapai Rp75.000.000. Komisi yang diberikan sebesar 3%. Maka: Rp75.000.000 × 3% = Rp2.250.000 Model ini umum digunakan untuk tenaga penjualan, marketing, atau reseller. Cara Menentukan Gaji Karyawan Toko Untuk toko retail, kombinasi gaji pokok dan bonus omzet biasanya menjadi pilihan yang paling seimbang. Sebagai contoh: Gaji pokok: Rp2.800.000 Bonus apabila omzet melebihi target: 1,5% Dengan sistem tersebut, pemilik usaha tetap dapat mengendalikan biaya operasional, sementara karyawan memiliki insentif untuk meningkatkan penjualan. Cara Menggaji Karyawan Warung Kopi Warung kopi memiliki karakteristik penjualan yang fluktuatif, terutama pada akhir pekan atau musim liburan. Karena itu, banyak pemilik usaha menerapkan skema berikut: Gaji pokok. Bonus berdasarkan omzet bulanan. Bonus tambahan apabila target penjualan tercapai. Sebagai ilustrasi: Gaji pokok Rp2.700.000. Omzet bulan ini Rp90.000.000. Bonus omzet 1%. Maka bonus yang diterima sebesar Rp900.000 sehingga total penghasilan menjadi Rp3.600.000. Cara Menghitung Gaji Karyawan Rumah Makan Rumah makan juga sering menggunakan sistem serupa karena jumlah pelanggan berubah setiap bulan. Contohnya: Gaji pokok Rp3.000.000. Omzet Rp150.000.000. Bonus omzet 0,75%. Perhitungan: Rp150.000.000 × 0,75% = Rp1.125.000 Total penghasilan: Rp4.125.000. Dengan sistem ini, seluruh tim memiliki motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik agar jumlah pelanggan terus meningkat. Bagaimana Aturan Ketenagakerjaannya? Banyak yang mencari perhitungan gaji karyawan menurut Depnaker atau peraturan Depnaker tentang gaji karyawan swasta. Perlu dipahami bahwa tidak ada rumus resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan yang mengatur gaji harus dihitung berdasarkan omzet atau persentase penjualan. Pemerintah mengatur prinsip-prinsip pengupahan melalui peraturan ketenagakerjaan, seperti ketentuan mengenai upah minimum, hak pekerja, dan komponen pengupahan. Sementara itu, metode perhitungan—apakah menggunakan gaji tetap, bonus, komisi, atau kombinasi dari ketiganya—umumnya menjadi kesepakatan antara perusahaan dan pekerja yang dituangkan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Karena itu, sebelum menerapkan sistem berbasis omzet, pastikan skema tersebut telah dikomunikasikan secara jelas kepada seluruh karyawan. Dasar Hukum yang Bisa Dijadikan Rujukan Tidak ada aturan yang secara eksplisit berbunyi “gaji boleh dihitung berdasarkan omzet” tapi ada yang bisa dijadikan rujukan. Dasar utamanya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan (yang telah beberapa kali diperbarui). PP ini mengatur bahwa upah dapat ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan/atau satuan hasil. Artinya, pemerintah mengakui bahwa pengusaha tidak harus selalu menggunakan sistem gaji bulanan. Upah dapat dihitung berdasarkan hasil kerja, misalnya: jumlah barang yang diproduksi; jumlah penjualan; jumlah proyek yang diselesaikan; atau satuan hasil lainnya yang disepakati. Karena itu, sistem persentase omzet, komisi penjualan, atau bonus berbasis omzet pada dasarnya diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan ketentuan pengupahan yang berlaku. Namun, ada hal yang perlu diluruskan Kalimat seperti ini: “Gaji dihitung berdasarkan omzet.” kurang tepat secara hukum. Yang lebih tepat adalah: “Perusahaan dapat menerapkan sistem pengupahan yang mengombinasikan gaji pokok dengan insentif, bonus, atau komisi yang dihitung berdasarkan omzet atau hasil kerja, sepanjang memenuhi ketentuan pengupahan yang berlaku.” Ini karena omzet adalah pendapatan perusahaan, sedangkan PP 36/2021 berbicara mengenai upah berdasarkan satuan hasil (output kerja), bukan omzet perusahaan secara langsung. Dalam praktiknya, omzet sering dijadikan dasar perhitungan bonus atau komisi karena dianggap mencerminkan hasil kerja tim penjualan atau operasional. Untuk usaha mikro dan kecil PP 36/2021 juga memberikan fleksibilitas bagi usaha mikro dan usaha kecil. Upah pada sektor ini dapat ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, dengan tetap memenuhi batas minimum yang ditentukan dalam peraturan. Studi Kasus Sebuah kedai kopi memiliki tiga orang barista. Sebelumnya, seluruh karyawan menerima gaji tetap sebesar Rp2.800.000 per bulan. Namun, pemilik usaha merasa tidak ada dorongan bagi tim untuk meningkatkan penjualan. Mulai bulan berikutnya, diterapkan sistem baru: Gaji pokok tetap Rp2.800.000. Bonus bersama sebesar 2% dari omzet apabila target bulanan tercapai. Pada bulan pertama, omzet meningkat dari Rp95 juta menjadi Rp120 juta. Bonus yang dibagikan kepada tim mencapai Rp2.400.000 atau masing-masing menerima tambahan Rp800.000. Selain pendapatan karyawan meningkat, pemilik usaha juga memperoleh keuntungan karena penjualan bertambah tanpa harus menaikkan gaji pokok secara signifikan. Menghitung gaji berdasarkan omzet merupakan salah satu strategi yang

Jurusan Manajemen Perkantoran Belajar Apa Saja? Ini Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan Gajinya

Jurusan Manajemen Perkantoran Belajar Apa Saja

Banyak calon mahasiswa memilih jurusan Manajemen Perkantoran karena lulusannya dibutuhkan di hampir semua perusahaan. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya, jurusan Manajemen Perkantoran belajar apa saja? Apakah hanya mengetik surat dan mengarsipkan dokumen? Jawabannya tentu tidak. Seiring perkembangan teknologi, materi yang dipelajari jauh lebih luas, mulai dari administrasi bisnis, komunikasi profesional, pengelolaan dokumen digital, hingga penggunaan aplikasi perkantoran untuk mendukung operasional perusahaan. Lantas, apa yang dimaksud dengan manajerial?  ✦ Key Takeaways Jurusan Manajemen Perkantoran mempelajari administrasi surat-menyurat, juga komunikasi bisnis, pengelolaan dokumen digital, koordinasi operasional, hingga penggunaan teknologi perkantoran yang banyak diterapkan di dunia kerja modern. Lulusannya memiliki prospek karier yang luas, mulai dari staf administrasi, sekretaris, HR administrator, hingga office manager. Dengan pengalaman kerja dan peningkatan kompetensi, peluang untuk naik jabatan dan memperoleh gaji yang lebih tinggi juga semakin terbuka. Jurusan Manajemen Perkantoran Belajar Apa Saja? Secara umum, jurusan ini mempelajari cara mengelola aktivitas administrasi dan operasional kantor agar berjalan efektif dan efisien. Beberapa mata kuliah atau kompetensi yang biasanya dipelajari meliputi: Administrasi perkantoran. Manajemen kearsipan. Komunikasi bisnis. Korespondensi dan penulisan surat resmi. Manajemen sumber daya manusia dasar. Pengelolaan agenda dan rapat. Microsoft Office dan aplikasi produktivitas. Pengelolaan dokumen digital. Etika profesi dan pelayanan pelanggan. Dasar-dasar manajemen dan organisasi. Di beberapa perguruan tinggi, mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem digital workplace, cloud collaboration, hingga aplikasi manajemen proyek yang banyak digunakan di perusahaan modern. Apa Bedanya dengan Jurusan Manajemen? Meski sama-sama mempelajari pengelolaan organisasi, fokus keduanya berbeda. Jurusan Manajemen lebih banyak membahas strategi bisnis, pemasaran, keuangan, dan pengambilan keputusan. Sementara itu, Manajemen Perkantoran lebih berfokus pada bagaimana aktivitas administrasi, komunikasi, pengarsipan, dan koordinasi antardivisi dapat berjalan dengan baik sehingga operasional perusahaan tetap efisien. Jurusan Manajemen Perkantoran Kerja Apa? Lulusannya memiliki peluang karier yang cukup luas karena hampir setiap organisasi membutuhkan tenaga administrasi yang kompeten. Beberapa profesi yang dapat ditekuni antara lain: Staf administrasi. Executive Secretary. Office Administrator. Personal Assistant. Human Resources Administrator. Document Controller. Customer Service Officer. Administrative Coordinator. Project Administrator. Front Office Officer. Selain di perusahaan swasta, lulusan jurusan ini juga memiliki peluang bekerja di instansi pemerintah, lembaga pendidikan, rumah sakit, maupun BUMN. Berapa Gaji Lulusan Manajemen Perkantoran? Besaran gaji bergantung pada lokasi kerja, pengalaman, dan posisi yang ditempati. Sebagai gambaran umum di Indonesia: Posisi Estimasi Gaji per Bulan Staff Administrasi Rp3.500.000 – Rp6.000.000 Executive Secretary Rp6.000.000 – Rp12.000.000 HR Administrator Rp5.000.000 – Rp8.000.000 Office Manager Rp8.000.000 – Rp15.000.000+ Semakin tinggi pengalaman dan tanggung jawab yang dimiliki, semakin besar pula peluang memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Jurusan Manajemen Perkantoran SMK Belajar Apa? Di tingkat SMK, kompetensi yang dipelajari lebih menitikberatkan pada praktik kerja. Siswa biasanya mempelajari: Administrasi surat-menyurat. Pengarsipan dokumen. Pengoperasian Microsoft Office. Pelayanan pelanggan. Tata kelola rapat. Public speaking dasar. Pengelolaan data administrasi. Selain itu, siswa juga mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) agar memiliki pengalaman bekerja sebelum lulus. Lulusan SMK Manajemen Perkantoran Bisa Kuliah Jurusan Apa? Setelah lulus SMK, siswa tidak harus melanjutkan ke jurusan yang sama. Beberapa pilihan program studi yang masih relevan antara lain: S1 Manajemen. Administrasi Bisnis. Administrasi Publik. Manajemen Perkantoran. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bisnis Digital. Akuntansi. Ilmu Komunikasi. Pemilihan jurusan sebaiknya disesuaikan dengan minat dan rencana karier setelah lulus. Universitas yang Memiliki Jurusan Manajemen Perkantoran Beberapa perguruan tinggi di Indonesia menawarkan program studi yang berkaitan dengan administrasi dan manajemen perkantoran, salah satunya adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui program studi yang relevan di bidang administrasi perkantoran. Selain itu, terdapat pula berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang membuka program serupa dengan nama yang berbeda, seperti Administrasi Perkantoran, Pendidikan Manajemen Perkantoran, atau Manajemen Administrasi. Sebelum memilih kampus, pastikan program studi tersebut telah terakreditasi dan memiliki kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Gelar Lulusan Manajemen Perkantoran Gelar yang diperoleh bergantung pada jenjang pendidikan dan kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Sebagai contoh, lulusan program sarjana umumnya memperoleh gelar sesuai nama program studi yang diselenggarakan oleh kampus, sedangkan lulusan diploma akan memperoleh gelar vokasi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, sebaiknya calon mahasiswa memeriksa informasi resmi dari universitas yang dituju untuk mengetahui gelar akademik yang akan diperoleh. Studi Kasus Seorang lulusan SMK Manajemen Perkantoran memulai karier sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan logistik. Tugas utamanya adalah mengelola dokumen pengiriman, membuat laporan operasional, dan menjadwalkan rapat. Karena telah terbiasa menggunakan aplikasi perkantoran dan memahami pengelolaan dokumen sejak sekolah, proses adaptasinya berjalan lebih cepat dibandingkan karyawan baru lainnya. Setelah dua tahun bekerja, ia melanjutkan kuliah S1 pada program studi Manajemen sambil tetap bekerja. Kombinasi pengalaman kerja dan pendidikan formal membantunya memperoleh promosi menjadi Administrative Supervisor. Kasus ini menunjukkan bahwa lulusan Manajemen Perkantoran memiliki peluang untuk berkembang, baik melalui pengalaman kerja maupun pendidikan lanjutan. Jurusan Manajemen Perkantoran mempelajari administrasi, komunikasi bisnis, pengelolaan dokumen, teknologi perkantoran, dan koordinasi operasional. Kompetensi tersebut membuat lulusannya dibutuhkan di berbagai sektor industri dengan peluang karier yang cukup luas. Bagi Anda yang menyukai pekerjaan yang terstruktur, teliti, dan berhubungan dengan pengelolaan operasional perusahaan, jurusan ini dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Apa Itu Enterprise Architecture? Pengertian, Manfaat, Framework, dan Contoh Penerapannya

Apa Itu Enterprise Architecture

Banyak perusahaan menggunakan puluhan aplikasi untuk menjalankan operasionalnya. Mulai dari sistem keuangan, HR, CRM, ERP, hingga aplikasi kolaborasi. Sayangnya, tidak semua sistem tersebut saling terhubung. Akibatnya, data tersebar di berbagai platform, proses bisnis menjadi lambat, dan biaya operasional terus meningkat. Di sinilah Enterprise Architecture (EA) dibutuhkan. Cara ini membantu perusahaan menyusun “peta” teknologi dan proses bisnis agar seluruh sistem bekerja secara terintegrasi serta mendukung tujuan organisasi. Lantas, apa yang dimaksud dengan manajerial?  ✦ Key Takeaways Enterprise Architecture bukanlah sebuah software, melainkan cetak biru yang memastikan strategi bisnis, proses operasional, data, aplikasi, dan teknologi bekerja sebagai satu sistem yang saling terhubung. Tanpa perencanaan ini, transformasi digital sering kali hanya menghasilkan banyak aplikasi, tetapi tidak meningkatkan efisiensi bisnis. Framework seperti TOGAF membantu perusahaan menyusun roadmap transformasi digital secara terstruktur. Dengan arsitektur yang tepat, organisasi dapat mengurangi duplikasi sistem, mempercepat pengambilan keputusan, dan membangun fondasi teknologi yang siap berkembang seiring pertumbuhan bisnis. Apa Itu Enterprise Architecture? Enterprise Architecture (EA) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengkonsepkan hubungan antara strategi bisnis, proses operasional, data, aplikasi, dan infrastruktur teknologi dalam sebuah organisasi. Sederhananya, Enterprise Architecture membantu perusahaan menjawab pertanyaan berikut. Teknologi apa yang digunakan saat ini? Apakah seluruh sistem sudah saling terhubung? Bagaimana teknologi mendukung target bisnis? Apa yang perlu dikembangkan ketika perusahaan bertumbuh? Dengan memiliki arsitektur yang jelas, perusahaan dapat mengambil keputusan teknologi secara lebih terarah dan mengurangi investasi yang tidak diperlukan. Mungkin Anda masih belum mengerti tentang EA dari penjelasan di atas, Sokatree membuatkan analogi sederhana yang bisa dipahami semua orang. Analogi Enterprise Architecture Tata Kota Misalkan Anda adalah wali kota yang ingin membangun sebuah kota baru. Di kota tersebut ada: jalan raya rumah rumah sakit sekolah kantor pemerintahan jaringan listrik saluran air lampu lalu lintas Kalau semuanya dibangun sendiri-sendiri tanpa perencanaan, apa yang terjadi? Jalan buntu di mana-mana. Kabel listrik saling bertabrakan. Rumah sakit jauh dari jalan utama. Air tidak sampai ke perumahan. Kemacetan terjadi setiap hari. Maka sebelum membangun kota, dibuatlah master plan. Master plan inilah yang menentukan: Jalan utama lewat mana. Rumah sakit dibangun di mana. Kabel listrik melewati jalur mana. Daerah industri berada di mana. Bagaimana kota berkembang 20 tahun ke depan. Nah… Enterprise Architecture adalah master plan sebuah perusahaan. Bedanya, yang diatur bukan gedung dan jalan, tetapi proses bisnis dan teknologi. Kalau Di Perusahaan Bentuknya Apa? Misalkan ada perusahaan retail. Mereka punya: aplikasi kasir website aplikasi HR software akuntansi CRM ERP WhatsApp Business gudang marketplace Semuanya berjalan sendiri-sendiri. Kasir tidak tahu stok gudang. HR tidak tahu data karyawan terbaru. Tim marketing mengambil data pelanggan dari Excel. Finance harus input ulang transaksi. Direktur meminta laporan. Karyawan harus membuka lima aplikasi berbeda. Berantakan. Lalu perusahaan menyusun Enterprise Architecture. Mereka menggambar: Customer │ ▼ Website │ ▼ ERP ├── Gudang ├── Finance ├── Purchasing ├── Sales └── HR │ ▼ Dashboard CEO Sekarang semua aplikasi saling terhubung. CEO cukup membuka satu dashboard. Stok otomatis berkurang saat ada penjualan. Finance tidak perlu input ulang. Inilah hasil dari Enterprise Architecture. Jadi Enterprise Architecture Bukan Software? Bukan. Ini kesalahan yang sering dipahami. EA bukanlah software tapi rancangan bagaimana semua aplikasi tersebut bekerja bersama tanpa konflik. Komponen Utama Enterprise Architecture Meskipun setiap organisasi memiliki kebutuhan yang berbeda, umumnya arsitektur perusahaan terdiri dari beberapa lapisan utama. #Arsitektur Bisnis Menjelaskan bagaimana proses bisnis berjalan untuk mencapai tujuan organisasi. #Arsitektur Data Mengatur bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dikelola, dan digunakan oleh berbagai divisi. #Arsitektur Aplikasi Menggambarkan hubungan antar aplikasi yang digunakan perusahaan sehingga informasi dapat mengalir dengan baik. #Arsitektur Teknologi Mencakup server, jaringan, cloud, keamanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Keempat komponen tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dirancang secara terpisah. Framework Arsitektur Enterprise Dalam praktiknya, perusahaan biasanya menggunakan framework sebagai panduan ketika menyusun Enterprise Architecture. Framework memberikan metode, tahapan, dan standar agar proses perancangan lebih terstruktur. Beberapa framework yang paling dikenal antara lain: TOGAF (The Open Group Architecture Framework) Zachman Framework FEAF (Federal Enterprise Architecture Framework) Gartner Enterprise Architecture Framework Setiap framework memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi tujuan utamanya sama, yaitu membantu organisasi menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan bisnis. TOGAF: Framework yang Paling Banyak Digunakan Salah satu framework yang paling populer adalah TOGAF (The Open Group Architecture Framework). TOGAF menyediakan metodologi yang disebut Architecture Development Method (ADM), yaitu serangkaian tahapan untuk merancang, mengembangkan, mengimplementasikan, hingga mengevaluasi arsitektur perusahaan. Karena sifatnya yang fleksibel, TOGAF banyak digunakan oleh perusahaan besar maupun instansi pemerintah ketika menjalankan transformasi digital. Apa Itu Enterprise Architecture Planning? Enterprise Architecture Planning (EAP) adalah proses menyusun rencana pengembangan arsitektur perusahaan berdasarkan kebutuhan bisnis jangka panjang. Melalui proses ini, organisasi menentukan kondisi saat ini, target yang ingin dicapai, serta roadmap implementasi teknologi agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan nilai bagi bisnis. Dengan kata lain, EAP berfungsi sebagai peta perjalanan sebelum perusahaan melakukan perubahan besar pada sistem informasi maupun infrastruktur digital. Contoh Enterprise Architecture Bayangkan sebuah perusahaan distribusi memiliki lima cabang di berbagai kota. Setiap cabang menggunakan aplikasi yang berbeda untuk mengelola stok, penjualan, dan keuangan. Akibatnya, kantor pusat membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengumpulkan laporan dari seluruh cabang. Perusahaan kemudian menyusun Enterprise Architecture dengan tujuan mengintegrasikan seluruh sistem ke dalam satu platform ERP yang terhubung dengan aplikasi CRM dan dashboard bisnis. Setelah implementasi selesai: Data penjualan dapat dipantau secara real-time. Stok antar gudang lebih mudah dikendalikan. Laporan keuangan tersusun otomatis. Manajemen dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang sama. Kasus ini menunjukkan bahwa Enterprise Architecture bukan sekadar membuat diagram teknologi, tetapi membantu perusahaan membangun sistem yang mampu mendukung pertumbuhan bisnis. Studi Kasus: Ketika Teknologi Tumbuh Lebih Cepat daripada Bisnis Sebuah perusahaan jasa telah beroperasi selama lebih dari sepuluh tahun. Selama itu, setiap divisi bebas memilih aplikasi sesuai kebutuhannya. Tim HR menggunakan satu platform, divisi keuangan menggunakan sistem lain, sementara tim operasional memiliki aplikasi sendiri. Ketika perusahaan ingin menerapkan dashboard manajemen, muncul masalah karena data berasal dari berbagai sumber dengan format yang berbeda. Alih-alih langsung membeli software baru, perusahaan terlebih dahulu menyusun Enterprise Architecture untuk memetakan proses bisnis, alur data, aplikasi, dan infrastruktur yang sudah dimiliki. Hasilnya, perusahaan dapat menentukan aplikasi mana yang tetap digunakan, sistem yang perlu diintegrasikan, serta teknologi yang sebaiknya diganti. Langkah ini membuat proses transformasi digital menjadi lebih terarah dan mengurangi

10 Contoh Panggilan Interview Kerja via WA dan Email yang Profesional

Saat ini, panggilan interview tidak lagi selalu dikirim melalui surat fisik atau telepon. Banyak perusahaan memilih menggunakan WhatsApp dan email karena lebih cepat, praktis, dan mudah diterima oleh kandidat. Namun, setiap perusahaan memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Ada yang menggunakan bahasa formal, ada pula yang lebih santai namun tetap profesional. Yang terpenting, isi pesan harus jelas agar kandidat mengetahui jadwal, lokasi, dan tahapan seleksi yang akan dijalani. Jika Anda sedang mencari contoh panggilan interview kerja melalui WhatsApp maupun email, berikut beberapa format yang bisa dijadikan referensi. ✦ Key Takeaways Panggilan interview yang profesional harus mencantumkan informasi penting seperti nama perusahaan, posisi yang dilamar, jadwal, lokasi atau platform interview, serta kontak HR agar kandidat memperoleh informasi yang jelas dan terpercaya. Baik melalui WhatsApp maupun email, gunakan bahasa yang sopan, ringkas, dan mudah dipahami. Hindari pesan yang meminta biaya atau data pribadi yang tidak relevan karena bisa menjadi indikasi penipuan rekrutmen. Ciri-Ciri Panggilan Interview Kerja yang Asli Sebelum membahas contoh pesan, pastikan undangan yang Anda terima berasal dari perusahaan yang benar. Umumnya, panggilan interview resmi memiliki informasi berikut. Menyebutkan nama perusahaan, misal PT. Rimba Ananta Vikasa. Menjelaskan posisi yang dilamar, misal “Marketing”. Mencantumkan tanggal dan jam interview. Menyebutkan lokasi atau tautan meeting, Google Meet, Zoom, ClickUp, Lark, dll. Menyertakan nama HR atau PIC yang dapat dihubungi, misal “Septio Dwi – HR Rimba Ananta Vikasa”. Tidak meminta biaya administrasi maupun transfer uang. Jika pesan yang diterima meminta pembayaran dengan alasan apa pun, Anda patut berhati-hati karena perusahaan profesional tidak memungut biaya dalam proses rekrutmen. Informasi yang Sebaiknya Ada dalam Undangan Interview Baik dikirim melalui WhatsApp maupun email, isi pesan sebaiknya memuat: Nama kandidat. Nama perusahaan. Posisi yang dilamar. Tahapan seleksi. Jadwal interview. Lokasi atau platform meeting. Kontak HR apabila ada kendala. Dengan informasi tersebut, kandidat tidak perlu bertanya ulang mengenai detail interview. 10 Contoh Panggilan Interview Kerja Panggilan interview kerja adalah undangan resmi dari perusahaan kepada pelamar yang lolos seleksi berkas (CV) untuk hadir ke tahap wawancara. Ini adalah langkah penentu di mana perekrut akan menilai apakah kualifikasi, keterampilan, dan kepribadian Anda sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar. 1. Contoh Chat Panggilan Interview via WhatsApp (Formal) Selamat pagi Bapak/Ibu Andi Pratama. Perkenalkan, saya Rina dari PT Nusantara Digital. Terima kasih telah melamar posisi Digital Marketing Specialist di perusahaan kami. Setelah melakukan seleksi administrasi, kami mengundang Bapak/Ibu untuk mengikuti sesi interview. Hari/Tanggal: Senin, 27 Juli 2026 Waktu: 09.00 WIB Lokasi: Kantor PT Nusantara Digital Mohon konfirmasi kehadiran Anda melalui balasan pesan ini. Terima kasih. 2. Contoh Chat Interview via WhatsApp (Semi Formal) Halo Kak Andi. Saya Dita dari HR PT Kreativa Indonesia. Terima kasih sudah melamar posisi Graphic Designer. Kami ingin mengundang Kakak untuk mengikuti interview pada: 📅 Selasa, 28 Juli 2026 🕙 13.00 WIB 📍 Google Meet Jika bersedia, silakan balas pesan ini agar kami dapat mengirimkan link meeting. Sampai jumpa. 3. Contoh Panggilan Pre-Screening via WhatsApp Halo Kak Sarah. Saya Kesdik Bayu dari tim HR PT Optimora.id. Sebelum masuk ke tahap interview user, kami ingin mengundang Kakak mengikuti sesi pre-screening interview selama kurang lebih 20 menit. Tujuan sesi ini adalah mengenal pengalaman kerja, motivasi melamar, serta memastikan posisi yang dilamar sesuai dengan profil Kakak. Jadwal: Kamis, 30 Juli 2026 pukul 10.00 WIB melalui Google Meet. Mohon konfirmasi kesediaannya ya, Kak. 4. Contoh Undangan Interview Online Selamat siang. Terima kasih telah mengikuti proses seleksi administrasi di PT Inovasi Digital. Kami mengundang Anda mengikuti interview online pada: Hari/Tanggal: Jumat, 31 Juli 2026 Waktu: 14.00 WIB Platform: Lark Suite Link meeting akan kami kirim 30 menit sebelum interview dimulai. 5. Contoh Interview Tatap Muka Selamat pagi. Berdasarkan hasil seleksi administrasi, kami mengundang Saudara untuk mengikuti interview di kantor kami pada: Senin, 3 Agustus 2026 Pukul 09.30 WIB Alamat: Jl. Sudirman No. 88 Jakarta Selatan. Mohon membawa CV terbaru dan identitas diri. 6. Contoh Interview Tahap Kedua Halo Kak. Selamat, Kakak dinyatakan lolos pada tahap HR Interview. Selanjutnya kami mengundang Kakak mengikuti sesi User Interview bersama Division Manager pada: Selasa, 4 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB. Mohon konfirmasi kehadiran melalui pesan ini. 7. Contoh Undangan Walk-in Interview PT Sukses Bersama membuka Walk-in Interview untuk posisi Customer Service. Jadwal: Rabu, 5 Agustus 2026 09.00–15.00 WIB Lokasi: Gedung ABC Lantai 5. Silakan membawa CV, fotokopi KTP, dan dokumen pendukung lainnya. 8. Contoh Reschedule Interview Selamat siang. Mohon maaf, karena terdapat penyesuaian jadwal, interview yang semula dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB kami ubah menjadi pukul 14.00 WIB di hari yang sama. Mohon konfirmasi apakah jadwal baru tersebut sesuai. 9. Contoh Undangan Interview via Email Halo Kak Kesdik Bayu, Perkenalkan, saya Irianto Kabes dari tim Human Resources Y&D Law Firm. Terima kasih telah melamar posisi Legal Associate di Y&D Law Firm. Setelah meninjau CV dan dokumen yang telah Kakak kirimkan, kami ingin mengundang Kakak untuk mengikuti proses interview sebagai tahap lanjutan dalam seleksi rekrutmen. Berikut detail jadwal interview: 📅 Hari/Tanggal: Senin, 3 Agustus 2026 🕙 Waktu: 10.00 WIB 📍 Lokasi: Kantor Y&D Law Firm Jl. Jenderal Sudirman No. 88, Jakarta Selatan Pada sesi ini, Kakak akan bertemu dengan tim HR dan Partner untuk mendiskusikan pengalaman kerja, pemahaman hukum, serta kesesuaian dengan posisi yang dilamar. Mohon melakukan konfirmasi kehadiran dengan membalas pesan ini paling lambat H-1 sebelum jadwal interview. Apabila berhalangan hadir atau ingin mengajukan perubahan jadwal, silakan informasikan kepada kami agar dapat dijadwalkan kembali. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Kami berharap dapat bertemu dengan Kakak pada sesi interview nanti. Salam, Irianto Kabes Human Resources Y&D Law Firm 10. Contoh Surat Panggilan Kerja Resmi Nomor: 017/HRD/VII/2026 Perihal: Undangan Interview Dengan hormat, Berdasarkan hasil seleksi administrasi yang telah dilakukan, kami mengundang Saudara untuk mengikuti proses interview sebagai bagian dari tahapan rekrutmen di PT Nusantara Digital. Interview akan dilaksanakan pada: Hari/Tanggal: Selasa, 11 Agustus 2026 Waktu: 10.00 WIB Lokasi: Kantor PT Nusantara Digital Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran Saudara, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, Human Resources Department Studi Kasus: Cara Sokatree Menghubungi Kandidat Melalui WhatsApp Di Sokatree sebagai salah satu produk dari PT. Rimba Ananta Vikasa tengah melakukan proses rekrutmen untuk divisi

Cara Menghitung Gaji ke-13 untuk Karyawan Swasta dan PNS, Lengkap dengan Contoh Perhitungannya

Gaji ke 13

Gaji ke-13 dan gaji ke-14 merupakan tambahan penghasilan yang diberikan di luar gaji bulanan. Keduanya sering dikaitkan dengan aparatur sipil negara (ASN), seperti PNS dan PPPK, meskipun beberapa perusahaan swasta juga memberikan manfaat serupa sebagai kebijakan internal. Meski sama-sama berupa tambahan penghasilan, tujuan dan waktu pemberiannya berbeda. Gaji ke-13 umumnya diberikan untuk membantu kebutuhan pegawai menjelang tahun ajaran baru sekolah. Sementara itu, gaji ke-14 lebih dikenal sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan menjelang hari raya keagamaan. Memang untuk sektor swasta tidak diatur secara khusus dalam peraturan perundang-undangan. Jika ada perusahaan yang memberikannya, hal tersebut merupakan kebijakan masing-masing perusahaan atau bagian dari program kesejahteraan karyawan. Kenapa Disebut Gaji 13? Istilah gaji ke-13 muncul karena pegawai menerima tambahan penghasilan di luar 12 kali gaji bulanan yang diterima selama satu tahun. Sebagai ilustrasi, seorang pegawai yang menerima gaji setiap bulan akan memperoleh 12 kali gaji dalam setahun. Ketika pemerintah memberikan tambahan penghasilan satu kali lagi, pembayaran tersebut kemudian dikenal sebagai gaji ke-13. Tujuan utama pemberian gaji tahunan tambahan adalah membantu meringankan beban pengeluaran pegawai, terutama saat memasuki tahun ajaran baru ketika kebutuhan pendidikan anak biasanya meningkat. Sementara itu, gaji ke-14 merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut THR, yaitu tambahan penghasilan yang diberikan menjelang hari raya keagamaan. Gaji ke-13 Berapa Kali Gaji? Sangat umum kalau gaji tambahan ini diberikan sebesar satu kali penghasilan. Namun, besaran yang diterima setiap pegawai tidak selalu sama karena bergantung pada status kepegawaian, pangkat dan komponen penghasilan yang menjadi dasar perhitungannya. Untuk PNS dan PPPK, komponen yang diperhitungkan mengikuti ketentuan pemerintah yang berlaku pada tahun berjalan. Besaran yang diterima dapat mencakup gaji pokok beserta komponen penghasilan lainnya sesuai regulasi. Sementara bagi karyawan swasta, jika perusahaan memberikan gaji tahunan tambahan, nominalnya sepenuhnya mengikuti kebijakan perusahaan. Ada yang memberikan sebesar satu kali gaji pokok, ada pula yang menghitung berdasarkan gaji bulanan secara keseluruhan atau menetapkan nilai tertentu sesuai kebijakan internal. Karena itu, tidak semua pekerja akan menerima jumlah tambahan gaji yang sama, meskipun sama-sama bekerja di Indonesia. Dasar Hukum untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) & Pegawai Swasta Pasal 2 (PP No. 9 Tahun 2026) “Pemerintah memberikan tunjangan Hari Raya dan gaji ketiga belas Tahun 2026 kepada: a. Aparatur Negara; b. Pensiunan; c. Penerima Pensiun; dan d. Penerima Tunjangan.” Pasal 3 Ayat (1) (PP No. 9 Tahun 2026) “Aparatur Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a terdiri atas: PNS dan Calon PNS; PPPK; Prajurit TNI; Anggota Polri; dan Pejabat Negara.” Untuk sektor swasta, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan maupun UU Nomor 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja) sama sekali tidak mengenal istilah hak normatif “Gaji Ke-13”. Namun, jika sebuah perusahaan swasta berbaik hati memberikan “gaji ke-13” (yang secara hukum dikategorikan sebagai Bonus/Pendapatan Non-Upah), landasan hukum operasionalnya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Bunyi pasalnya menyatakan bahwa bonus atau imbalan jenis ini diserahkan pada kesepakatan tertulis: Pasal 9 Ayat (1) (PP No. 36 Tahun 2021) “Pendapatan Non-Upah berupa bonus dapat diberikan oleh Pengusaha kepada Pekerja/Buruh karena keuntungan Perusahaan atau karena prestasi kerja Pekerja/Buruh.” Pasal 9 Ayat (2) (PP No. 36 Tahun 2021) “Penetapan bonus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.” Cara Menghitung Gaji ke-13 PNS Besaran tambahan penghasilan ini ditetapkan pemerintah melalui peraturan yang berlaku pada tahun anggaran berjalan. Oleh karena itu, komponen yang digunakan sebagai dasar perhitungan dapat berubah apabila terdapat kebijakan baru. Secara umum, nominal yang diterima dihitung berdasarkan komponen penghasilan yang menjadi hak setiap pegawai. Rumus Perhitungan Gaji ke-13 PNS Gaji ke-13 = Gaji Pokok + Tunjangan Melekat + Komponen Penghasilan Lain yang Diatur Pemerintah Yang dimaksud tunjangan melekat antara lain meliputi: Tunjangan keluarga. Tunjangan pangan. Tunjangan jabatan atau tunjangan umum (sesuai jabatan). Komponen lain, seperti tunjangan kinerja, mengikuti ketentuan yang berlaku pada tahun pemberian gaji ke-13. Contoh Perhitungan Gaji ke-13 PNS Misalnya seorang PNS memiliki rincian penghasilan sebagai berikut: Komponen Nominal Gaji pokok Rp5.500.000 Tunjangan keluarga Rp550.000 Tunjangan pangan Rp300.000 Tunjangan jabatan Rp1.200.000 Total Gaji Nominal Rp7.550.000 Apabila seluruh komponen tersebut menjadi dasar pembayaran sesuai regulasi yang berlaku, maka estimasi gaji ke-13 yang diterima adalah Rp7.550.000. Perlu diingat, besaran untuk PNS dapat berbeda pada setiap pegawai karena dipengaruhi oleh golongan, masa kerja, jabatan, dan kebijakan pemerintah pada tahun tersebut. Cara Menghitung Gaji ke-13 PPPK Apakah pemerintah juga memberikan gaji tambahan tiap tahun kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)? Ya, ini sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Prinsip perhitungannya hampir sama, yaitu menggunakan komponen penghasilan yang menjadi hak PPPK. Rumus Perhitungan Gaji ke-13 PPPK Gaji tahunan tambahan = Gaji Pokok + Tunjangan yang Menjadi Hak PPPK Contoh Perhitungan Gaji Tahunan Tambahan untuk PPPK Seorang PPPK memperoleh penghasilan sebagai berikut: Komponen Nominal Gaji pokok Rp4.800.000 Tunjangan keluarga Rp450.000 Tunjangan pangan Rp300.000 Total Gaji Tambahan Rp5.550.000 Jika seluruh komponen tersebut menjadi dasar pembayaran, maka estimasi gaji yang diterima adalah Rp5.550.000. Nominal tersebut hanya sebagai ilustrasi. Besaran sebenarnya mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku pada tahun pembayaran. Gaji 13 dan 14 Kapan Cair? Jadwal pencairan gaji ke-13 dan gaji ke-14 berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda pula. Secara umum, gaji ke-14 atau THR dibayarkan menjelang hari raya keagamaan, sedangkan gaji ke-13 diberikan menjelang tahun ajaran baru sekolah. Berikut gambaran waktu pencairannya. Jenis Tambahan Penghasilan Waktu Pencairan Gaji ke-14 (THR) Menjelang Hari Raya Keagamaan Gaji ke-13 Menjelang Tahun Ajaran Baru Sekolah Studi Kasus: Perbedaan Perhitungan Gaji ke-13 PNS dan Swasta Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut. Kesdik Bayu merupakan seorang PNS dengan penghasilan yang terdiri dari gaji pokok Rp5.500.000, tunjangan keluarga Rp550.000, tunjangan pangan Rp300.000, dan tunjangan jabatan Rp1.200.000. Apabila seluruh komponen tersebut menjadi dasar pembayaran, maka estimasi gaji ke-13 yang diterima Kesdik adalah sekitar Rp7.550.000. Di sisi lain, Samsul bekerja sebagai karyawan swasta dengan total gaji bulanan Rp8.000.000. Perusahaannya memiliki kebijakan memberikan tahunan tambahan sebesar satu kali gaji bulanan kepada seluruh karyawan. Dengan demikian, Samsul menerima Rp8.000.000 sebagai gaji tambahan. Contoh tersebut menunjukkan bahwa cara menghitung gaji tambahan bagi PNS dan karyawan swasta tidak selalu sama. Pada PNS, dasar perhitungannya mengikuti regulasi pemerintah, sedangkan pada perusahaan swasta bergantung pada kebijakan internal yang berlaku. Untuk

Rekomendasi Sistem Manajemen Laporan yang Diterapkan Perusahaan Luar Negeri

Pernahkah Anda penasaran bagaimana perusahaan raksasa dunia mengelola ribuan laporan operasional dari berbagai cabang negara secara instan setiap harinya? Saat ini, hanya mengandalkan pelaporan manual yang rawan human error dan penundaan data adalah langkah mundur yang merugikan bisnis. Umumnya, sistem manajemen laporan yang sudah dipakai oleh perusahaan luar negeri menggunakan sistem digital layaknya super apps. Laporan seperti ini sangat ideal bagi bisnis modern guna mengotomatiskan penarikan data secara real-time sekaligus memangkas birokrasi pelaporan manual. Dengan sistem ini, seluruh data operasional dari berbagai divisi akan dikonsolidasikan secara otomatis ke dalam satu dasbor terpusat. Mengapa Perusahaan Anda Butuh Sistem Manajemen Laporan Otomatis? Bagi para pengambil keputusan seperti CEO, Founder, maupun manajer operasional, laporan adalah kompas yang menentukan arah kebijakan strategis perusahaan. Jika sistem pelaporan di kantor Anda masih berantakan, berikut adalah tiga alasan mendasar mengapa Anda harus segera beralih ke sistem manajemen laporan berbasis digital: Transparansi Performa Kerja Lintas Departemen Pengambilan Keputusan Berbasis Data (Data-Driven Decision) yang Lebih Cepat Keamanan dan Aksesibilitas Arsip Berbasis Cloud Laporan fisik atau file lokal yang disimpan di komputer karyawan berisiko tinggi hilang akibat kerusakan perangkat keras atau kelalaian personal. Dengan sistem manajemen laporan yang memanfaatkan infrastruktur awan (cloud-storage), seluruh rekam jejak performa perusahaan tersimpan dengan enkripsi yang aman. Anda dan tim yang berwenang dapat mengakses data tersebut dari mana saja dan kapan saja, mendukung fleksibilitas sistem kerja remote maupun hibrida. Sekiranya Apa Aja Rekomendasi Sistem Manajemen Laporan Yang Diterapkan Perusahaan Luar Negeri? Untuk membantu Anda menemukan platform yang paling pas dengan skala bisnis dan kebutuhan operasional kantor, berikut adalah hasil analisa Sokatree mengenai lima sistem manajemen laporan terbaik yang banyak diadopsi oleh perusahaan modern: 1. Lark Suite (All-in-One Reporting & Collaboration) Jika Anda ingin meniru sistem kerja perusahaan teknologi dan manufaktur global di Asia dan Eropa dalam memangkas birokrasi pelaporan, Lark Suite adalah pilihan utama. Raksasa teknologi seperti Xiaomi dan Anker mengandalkan platform ini untuk menyatukan laporan operasional tim mereka yang tersebar di berbagai negara. Cara Kerja & Fitur Berstandar Internasional: Lark mengintegrasikan sistem pelaporan otomatis langsung di dalam grup obrolan harian tim (automated chat reports). Karyawan hanya perlu mengisi format laporan ringkas yang muncul otomatis di ruang chat mereka, lalu fitur Lark Base akan langsung menarik data tersebut untuk dikonversi menjadi grafik analitik dan dasbor visual secara real-time. Kelebihan Utama: Anda tidak perlu membeli banyak aplikasi terpisah. Dalam satu platform, Anda sudah mendapatkan sistem pelaporan, manajemen tugas (project apps), dokumen kolaboratif (Lark Docs), hingga messenger internal perusahaan. Solusi Implementasi: Anda tidak perlu menjadi perusahaan sebesar Xiaomi untuk menikmati efisiensi berskala internasional ini. Melalui layanan dari sokatree.id, perusahaan lokal pun bisa mengadopsi dan mengonfigurasi aplikasi perkantoran modern ini agar langsung berjalan optimal di internal organisasi tanpa kendala teknis. Lark Suite dengan mudah memangkas birokrasi dan membuat karyawan rajin mengirimkan laporan tanpa merasa terbebani. Platform ini membuang jauh-jauh metode pelaporan konvensional yang kaku. 2. Microsoft Power BI (Advanced Business Intelligence) Sistem manajemen laporan yang satu ini merupakan standar industri global yang sangat masif diterapkan oleh korporasi retail dan otomotif dunia, salah satunya adalah Walmart. Jika perusahaan Anda sudah berskala menengah ke atas dan mengelola volume data mentah yang sangat masif lintas departemen, Microsoft Power BI sangat cocok. Cara Kerja & Fitur Unggulan: Power BI bekerja dengan menyerap data dari ratusan sumber eksternal—mulai dari Excel, database SQL lokal, hingga penyimpanan cloud—lalu mengolahnya menjadi laporan visual interaktif yang komprehensif. Kelebihan Utama: Memiliki kemampuan analisis data analitik (data analytics) yang sangat mendalam dan presisi. Dasbornya dapat diatur agar memperbarui data secara otomatis (auto-refresh) sesuai jadwal pengerjaan tim. Catatan Penting: Kurva pembelajarannya (learning curve) cukup curam, sehingga perusahaan biasanya membutuhkan tim IT khusus atau analis data untuk menyusun model laporannya di awal. 3. Zoho Analytics (Cloud-Based BI & Reporting)   Zoho Analytics banyak diterapkan oleh perusahaan berkembang dan startup internasional di Silicon Valley karena fleksibilitasnya dalam menyatukan laporan dari berbagai jenis software pihak ketiga. Sistem ini menawarkan titik tengah yang sempurna bagi bisnis berkembang yang membutuhkan sistem pelaporan cerdas berbasis awan (cloud) tanpa kerumitan teknis yang tinggi. Cara Kerja & Fitur Unggulan: Platform ini mengandalkan teknologi AI pembantu (bernama Zia). Pengguna bisa membuat laporan, grafik tren, atau diagram batang hanya dengan mengetikkan pertanyaan teks biasa ke AI tersebut. Kelebihan Utama: Fleksibilitas integrasinya sangat tinggi. Zoho Analytics dapat dihubungkan secara mulus dengan lebih dari 250 aplikasi bisnis populer, termasuk sistem CRM, keuangan, dan manajemen HRD eksternal. Catatan Penting: Solusi yang sangat ramah pengguna (user-friendly) bagi perusahaan yang ingin mengombinasikan data dari berbagai software pihak ketiga menjadi satu laporan utuh. 4. Tableau (Data Visualization Leader) Bagi perusahaan multinasional yang menempatkan detail visualisasi data besar (big data) sebagai prioritas mutlak jajaran direksi, Tableau adalah pemimpin di kelasnya. Platform ini sukses diterapkan oleh raksasa telekomunikasi global seperti Verizon. Cara Kerja & Fitur Unggulan: Terkenal dengan sistem navigasi drag-and-drop yang sangat intuitif, Tableau mampu mengubah angka-angka rumit yang membingungkan menjadi grafik interaktif, peta panas (heat maps), dan dasbor eksekutif yang sangat mudah dibaca. Kelebihan Utama: Kemampuan eksplorasi data secara langsung (live data exploration) yang sangat kuat, memungkinkan pengguna membedah data hingga ke lapisan terkecil hanya dengan sekali klik pada grafik. Catatan Penting: Biaya lisensinya relatif tinggi, sehingga lebih cocok untuk korporasi besar yang memang memiliki anggaran khusus untuk kebutuhan analisis bisnis tingkat lanjut. 5. Google Looker Studio (Platform Pelaporan Praktis & Gratis) Jika bisnis Anda saat ini masih berkembang atau operasional hariannya sudah sangat bergantung pada ekosistem Google Workspace, Looker Studio adalah opsi terbaik yang ramah kantong. Kebanyakan agensi digital dan startup di seluruh dunia membuat laporan performa bulanan untuk klien internasional mereka secara cepat, Google Looker Studio adalah alat yang paling sering mereka gunakan. Cara Kerja & Fitur Unggulan: Platform berbasis web ini sepenuhnya gratis. Anda bisa menghubungkan data dari Google Sheets, Google Analytics, YouTube Analytics, hingga Google Ads ke dalam satu halaman presentasi laporan yang interaktif. Kelebihan Utama: Sangat mudah digunakan untuk kebutuhan pelaporan cepat. Karena berada di bawah ekosistem Google, tim Anda bisa mengedit dan memberikan komentar pada laporan secara bersama-sama secara real-time. Catatan Penting: Fitur analisis dan pembersihan data mentahnya tidak sekompleks Power BI atau Tableau, namun sudah sangat lebih dari

20+ Contoh Copywriting Makanan yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan

Contoh Copywriting Makann

Menjual makanan yang enak saja terkadang belum cukup. Saat ini, cara menyampaikan pesan juga menentukan apakah calon pelanggan tertarik membeli atau langsung melewatkan produk Anda. Di sinilah peran copywriting. Gunakan kalimat yang pas sebagai persuasi untuk mempengaruhi psikologi konsumen yang akan membangkitkan rasa penasaran, memicu emosi, hingga mendorong seseorang untuk melakukan pembelian. Jika Anda sedang mencari contoh copywriting makanan, berikut beberapa inspirasi dari Sokatree.id yang bisa langsung digunakan atau dimodifikasi sesuai kebutuhan. Lantas, apa yang dimaksud dengan manajerial?  ✦ Key Takeaways Copywriting makanan yang efektif mampu menarik perhatian, membangun keinginan, dan mendorong calon pelanggan untuk membeli melalui pesan yang singkat, jelas, dan persuasif. Gunakan headline yang kuat, teknik AIDA, serta fokus pada manfaat dan pengalaman pelanggan agar promosi makanan lebih menarik dan berpeluang meningkatkan penjualan. Apa yang Dimaksud dengan Copywriting? Copywriting adalah teknik menulis teks yang bertujuan membujuk pembaca agar melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, menghubungi penjual, atau melakukan pemesanan. Dalam bisnis kuliner, copywriting tidak hanya menjelaskan rasa makanan, tetapi juga mampu membangun keinginan untuk mencobanya. Contoh Konsep Copywriting Makanan 1. Fokus pada Rasa Sekali gigit, renyah di luar, lumer di dalam. Cocok menemani waktu santai kapan saja. 2. Fokus pada Kualitas Dibuat setiap hari menggunakan bahan segar tanpa pengawet, sehingga rasa dan kualitasnya tetap terjaga. 3. Fokus pada Kelangkaan Produksi terbatas hanya 100 box per hari. Pesan sekarang sebelum kehabisan. 4. Fokus pada Solusi Bingung cari camilan saat lembur? Nikmati makanan praktis yang mengenyangkan dan siap disantap kapan saja. 5. Fokus pada Emosi Ada rasa yang selalu mengingatkan kita pada masakan rumah. Kini Anda bisa menikmatinya kembali. Contoh Copywriting Makanan Ringan Konsep terbaik yang bisa Anda ambil adalah menyasar aspek emosional dan pemicu sensorik pembeli, bukan sekadar menjelaskan rasa produk. Anda bisa menggunakan pendekatan “Snackable Moments” (Momen Ngemil), di mana produk diposisikan sebagai “teman setia” di berbagai situasi spesifik audiens—seperti teman lembur saat dikejar deadline, penyelamat suasana saat kumpul keluarga, atau pelarian instan dari stres harian (stress-eating yang dikemas positif). Fokus utama Anda adalah membangun urgensi instan melalui dorongan impulse buying (pembelian impulsif) karena makanan ringan bukanlah produk yang butuh waktu lama untuk dipertimbangkan. Produk makanan ringan biasanya lebih cocok menggunakan bahasa yang santai dan menggugah selera. #Contoh 1 Camilan renyah yang bikin susah berhenti. Sekali buka, pasti habis! #Contoh 2 Teman nonton, teman kerja, sampai teman begadang. Satu bungkus rasanya tidak pernah cukup. #Contoh 3 Gurihnya pas, renyahnya tahan lama. Cocok dinikmati kapan pun Anda mau. #Contoh Versi Panjang Tahu sendiri kan rasanya kalau lagi fokus kerja atau belajar, terus tiba-tiba otak nge-blank dan tangan rasanya gatal ingin mengunyah sesuatu? Keripik talas ini memang sengaja dibikin buat jadi penyelamat momen-momen nanggung seperti itu. Teksturnya renyah banget tapi tidak keras, plus bumbunya pas, gurih tapi gak bikin batuk walau dihabiskan sendirian. Pas banget ditaruh di sebelah laptop buat menemani kamu maraton kerjaan atau sekadar menonton serial favorit pas akhir pekan. Jadi, daripada bengong atau stres sendiri menghadapi deadline, mending mulutnya dipakai buat mengunyah ini biar mood jalan terus. Contoh Copywriting Makanan Pedas Anda bisa mengambil konsep “The Ultimate Appetite Awakening” (Pembangkit Selera Makan Utama), di mana menu pedas Anda diposisikan sebagai “penyelamat” saat seseorang kehilangan nafsu makan atau bosan dengan menu harian yang hambar. Gambarkan secara detail bagaimana bumbu dan ulekan cabai segar berpadu sempurna dengan lauk utama. Dengan mengemasnya sebagai makanan yang comforting sekaligus menantang, Anda mengubah hidangan pedas ini menjadi sebuah “ritual” makan yang wajib dikunjungi berulang kali karena sensasi adiktifnya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Untuk makanan pedas, gunakan kata-kata yang membangkitkan rasa penasaran. #Contoh 1 Pedasnya bikin berkeringat, tapi selalu bikin ketagihan. #Contoh 2 Berani level 10? Saatnya buktikan seberapa kuat lidah Anda. #Contoh 3 Cabainya melimpah, rasanya tetap seimbang. Pedasnya bukan sekadar menyiksa, tapi bikin nagih. #Contoh Versi Panjang Jujur saja, menu ini bukan buat semua orang, apalagi yang lidahnya penakut. Ayam ulek sambal korek kita memang sengaja dibuat pakai cabai rawit segar yang langsung digerus pas kamu pesan, jadi aroma pedasnya langsung menusuk hidung begitu piringnya sampai di meja. Dagingnya empuk dengan siraman sambal dari cabai rawit segar yang pedasnya langsung meledak dan bikin keringat mengucur deras sejak suapan pertama. Pilihan paling pas untuk menu makan siang yang dijamin ampuh mengusir rasa kantuk dan penat. Contoh Copywriting AIDA Produk Makanan Model AIDA terdiri dari Attention, Interest, Desire, dan Action. AIDA adalah formula copywriting paling efektif untuk produk makanan karena strukturnya langsung mengincar rasa lapar dan keinginan impulsif konsumen. Formula ini dibagi menjadi empat tahap yang saling berkesinambungan: Attention (Perhatian): Anda harus merebut perhatian audiens dalam tiga detik pertama menggunakan kalimat pembuka yang mengejutkan atau tampilan yang menggugah selera. Fokusnya adalah menyoroti masalah atau keinginan terdalam konsumen, seperti rasa lapar yang melanda di jam-jam kritis kantor atau kebosanan pada menu makan siang yang itu-itu saja. Interest (Ketertarikan): Setelah mereka menoleh, bangkitkan ketertarikan dengan mengenalkan makanan Anda sebagai solusi yang tidak bisa ditolak. Gunakan sensory copywriting yang kuat untuk mendeskripsikan tekstur dan rasa produk secara spesifik—seperti renyahnya gigitan pertama, lelehan keju yang mulur, atau aroma cabai segar yang langsung menusuk hidung. Desire (Keinginan): Di tahap ini, ubah ketertarikan menjadi hasrat kuat untuk membeli dengan cara menyentuh sisi emosional atau logika keuntungan konsumen. Anda bisa memberikan penawaran yang sulit dilewatkan, seperti klaim porsi yang bikin kenyang seharian, jaminan bahan tanpa pengawet yang aman untuk anak, atau promosi terbatas khusus hari ini. Action (Tindakan): Akhiri teks dengan instruksi yang jelas, tegas, dan tanpa basa-basi agar audiens langsung membeli saat itu juga. Jangan biarkan mereka berpikir terlalu lama; arahkan langsung tindakan mereka menggunakan tombol atau kalimat seperti “Klik link di bio untuk pesan sekarang sebelum kehabisan” atau “Kunjungi outlet terdekat dan klaim diskonmu hari ini.” Berikut contoh dari konsep AIDA Attention  Bosan dengan camilan yang rasanya itu-itu saja? Interest Keripik premium kami dibuat dari bahan pilihan dengan bumbu khas yang meresap hingga ke setiap gigitan. Desire Renyah, gurih, dan tersedia dalam berbagai level pedas yang siap memanjakan lidah Anda. Action Pesan sekarang dan nikmati promo spesial sebelum stok hari ini habis. Contoh Headline Makanan yang Menarik Headline merupakan bagian pertama yang dilihat calon pembeli.

Arti Assessment for Learning: Pengertian, Tujuan, Contoh, dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Apa Itu Assessment for Learning

Banyak orang menganggap assessment hanya dilakukan untuk memberikan nilai. Padahal dalam dunia pendidikan modern, assessment juga digunakan untuk membantu siswa belajar lebih baik. Pendekatan inilah yang dikenal sebagai Assessment for Learning (AfL). Jika istilah tersebut diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya adalah asesmen formatif atau asesmen untuk pembelajaran. Lalu, apa arti assessment for learning? Bagaimana penerapannya di sekolah? Dan apa bedanya dengan ujian atau penilaian biasa? Apa Arti Assessment for Learning? Assessment for Learning (AfL) adalah pendekatan penilaian formatif yang bertujuan memantau perkembangan belajar peserta didik secara berkelanjutan. Melalui metode ini, guru dapat memberikan umpan balik yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, sementara siswa memperoleh informasi mengenai kemampuan yang sudah dikuasai maupun aspek yang masih perlu diperbaiki. Berbeda dengan penilaian lama yang hanya dilakukan di akhir proses pembelajaran untuk menentukan nilai atau hasil akhir, Assessment for Learning menempatkan proses belajar sebagai fokus utama. Penilaian dilakukan selama pembelajaran berlangsung sehingga guru dapat mengetahui kesulitan yang dialami siswa secara langsung dan segera menyesuaikan strategi mengajar. Cara ini juga mendorong terbentuknya growth mindset, yaitu pola pikir yang memandang tantangan dan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai kegagalan. Misalnya, ketika guru memberikan kuis singkat di tengah pembelajaran lalu menggunakan hasilnya untuk mengetahui materi yang belum dipahami siswa. Dari situ guru dapat mengulang penjelasan atau menggunakan metode yang berbeda sebelum melanjutkan ke materi berikutnya. Apa Arti Assessment for Learning dalam Dunia Kerja? Dalam dunia kerja, asesmen untuk pembelajaran adalah proses penilaian yang dilakukan selama karyawan menjalani pembelajaran atau pelatihan dengan tujuan membantu mereka mengembangkan kompetensi, bukan sekadar mengukur hasil akhirnya. Artinya, asesmen digunakan sebagai alat untuk memberikan umpan balik secara berkelanjutan sehingga karyawan dapat mengetahui keterampilan yang sudah dikuasai, aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta langkah yang harus dilakukan agar performanya terus berkembang. Sebagai contoh, seorang karyawan baru mengikuti program onboarding selama tiga bulan. Selama periode tersebut, atasan tidak hanya menunggu hingga akhir program untuk memberikan penilaian. Sebaliknya, supervisor secara rutin mengamati cara kerja karyawan, memberikan masukan setelah menyelesaikan tugas, melakukan sesi one-on-one, hingga mengevaluasi hasil proyek mingguan. Setiap umpan balik yang diberikan bertujuan membantu karyawan memperbaiki cara bekerja sebelum dilakukan evaluasi akhir. Bagaimana Pendapat Ahli tentang Assessment for Learning? Salah satu konsep asesmen informatif yang banyak digunakan saat ini berasal dari penelitian Paul Black dan Dylan Wiliam. Dalam publikasi Inside the Black Box (1998), keduanya menjelaskan bahwa penilaian formatif yang dilakukan secara efektif mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Menurut mereka, informasi yang diperoleh dari proses penilaian seharusnya digunakan oleh guru dan siswa untuk memperbaiki proses belajar yang sedang berlangsung, bukan hanya untuk menghasilkan nilai akhir. Pandangan tersebut kemudian menjadi dasar berkembangnya konsep Assessment for Learning yang kini diterapkan di berbagai negara. Tujuan Assessment for Learning Assessment for Learning memiliki beberapa tujuan utama. #Membantu Guru Mengidentifikasi Kesulitan Belajar Guru dapat mengetahui materi mana yang belum dipahami siswa sehingga pembelajaran dapat disesuaikan. #Memberikan Umpan Balik yang Tepat Siswa memperoleh masukan mengenai bagian yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu diperbaiki. #Meningkatkan Keterlibatan Siswa Siswa menjadi lebih aktif karena mengetahui perkembangan belajarnya secara berkala. #Memperbaiki Strategi Pembelajaran Hasil assessment dapat menjadi dasar bagi guru untuk memilih metode pembelajaran yang lebih efektif. Perbedaan Assessment for Learning, Assessment of Learning, dan Assessment as Learning Ketiga istilah ini sering tertukar, padahal memiliki tujuan yang berbeda. Jenis Assessment Tujuan Waktu Pelaksanaan Assessment for Learning Membantu proses belajar Selama pembelajaran berlangsung Assessment of Learning Mengukur hasil belajar Setelah pembelajaran selesai Assessment as Learning Melatih siswa mengevaluasi dirinya sendiri Selama proses belajar Memahami perbedaan ini penting agar guru dapat memilih jenis penilaian sesuai tujuan pembelajaran. Contoh Assessment of Learning dalam Dunia Kerja Berbeda dengan assessment for learning yang bertujuan membantu proses belajar, assessment of learning dilakukan untuk mengukur hasil akhir setelah proses pelatihan atau pembelajaran selesai. Hasil asesmen ini biasanya menjadi dasar perusahaan dalam mengambil keputusan, seperti memberikan sertifikasi, promosi jabatan, atau menyatakan bahwa seorang karyawan telah memenuhi standar kompetensi tertentu. Berikut beberapa contoh penerapannya. 1. Amazon Sebelum karyawan di pusat distribusi (fulfillment center) menangani operasional secara mandiri, mereka harus mengikuti serangkaian pelatihan mengenai keselamatan kerja, penggunaan peralatan, hingga standar operasional perusahaan. Di akhir pelatihan, peserta mengikuti evaluasi berupa tes teori maupun praktik. Hasil tes tersebut digunakan untuk menentukan apakah karyawan sudah memenuhi standar kompetensi dan siap bekerja di area operasional. Dalam kasus ini, asesmen dilakukan setelah proses pembelajaran selesai, sehingga termasuk assessment of learning. 2. Deloitte Perusahaan konsultan global Deloitte memiliki berbagai program pengembangan kompetensi melalui Deloitte University. Setelah peserta menyelesaikan program tertentu, mereka mengikuti evaluasi akhir untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program pelatihan sekaligus bahan pertimbangan dalam pengembangan karier karyawan. Fokus utama asesmen bukan lagi memberikan umpan balik selama belajar, melainkan mengukur capaian pembelajaran setelah program berakhir. 3. Sertifikasi Internal Teknisi di Perusahaan Manufaktur Sebuah perusahaan manufaktur memberikan pelatihan penggunaan mesin produksi baru kepada seluruh teknisi. Selama lima hari, peserta mempelajari prosedur pengoperasian, standar keselamatan, dan penanganan gangguan mesin. Pada hari terakhir, setiap teknisi mengikuti ujian praktik. Mereka diminta mengoperasikan mesin sesuai prosedur tanpa pendampingan instruktur. Teknisi yang dinyatakan lulus memperoleh sertifikat internal dan diperbolehkan mengoperasikan mesin tersebut dalam kegiatan produksi sehari-hari. Karena dilakukan di akhir pelatihan untuk mengukur kompetensi, proses ini merupakan contoh assessment of learning. 4. Program Management Trainee (MT) Banyak perusahaan membuka program Management Trainee (MT) selama enam hingga dua belas bulan. Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai pelatihan, rotasi divisi, dan pendampingan dari mentor. Di akhir program, perusahaan biasanya mengadakan presentasi proyek akhir, wawancara dengan panel manajemen, serta evaluasi kompetensi. Nilai dari seluruh proses tersebut menentukan apakah peserta dapat diangkat menjadi karyawan tetap atau menempati posisi tertentu. Ini merupakan contoh assessment of learning karena hasil asesmen digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan setelah seluruh proses pembelajaran selesai. Kapan Assessment of Learning Digunakan? Di lingkungan kerja, assessment of learning umumnya diterapkan pada kondisi berikut. Ujian akhir setelah pelatihan karyawan. Sertifikasi kompetensi internal perusahaan. Evaluasi akhir program onboarding. Penilaian kelulusan Management Trainee (MT). Sertifikasi operator alat berat atau teknisi. Ujian kompetensi sebelum promosi jabatan tertentu. Semua contoh tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu asesmen dilakukan untuk mengukur

Cara Membuat Laporan Kegiatan yang Terstruktur dan Mudah Dipahami

apa itu laporan kegiatan

Laporan kegiatan bukan sekadar dokumen formal. Laporan ini menjadi bukti bahwa suatu kegiatan telah dilaksanakan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan berikutnya. Sayangnya, masih banyak orang yang bingung harus mulai dari mana. Akibatnya, laporan menjadi terlalu panjang, tidak sistematis, atau justru kehilangan informasi penting. Jika Anda sedang mencari cara membuat laporan kegiatan yang terstruktur, berikut panduan yang bisa langsung diterapkan. Apa Itu Laporan Kegiatan? Laporan kegiatan adalah dokumen yang berisi rangkaian informasi mengenai pelaksanaan suatu kegiatan, mulai dari tujuan, proses, hasil, hingga evaluasi. Laporan ini biasanya dibuat setelah kegiatan selesai sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada sekolah, organisasi, perusahaan, maupun instansi terkait. Struktur Laporan Kegiatan yang Baik Agar mudah dipahami, susun laporan dengan struktur berikut. 1. Judul Laporan Tuliskan nama kegiatan secara jelas. Contoh: Laporan Kegiatan Class Meeting 2026 Laporan Kegiatan Bakti Sosial Laporan Seminar Digital Marketing 2. Pendahuluan Bagian ini menjelaskan alasan kegiatan dilaksanakan. Biasanya memuat: Latar belakang Tujuan kegiatan Manfaat kegiatan Tidak perlu terlalu panjang, cukup satu hingga dua paragraf. 3. Pelaksanaan Kegiatan Jelaskan informasi utama kegiatan, seperti: Hari dan tanggal Waktu Lokasi Penyelenggara Peserta Susunan acara Bagian ini membantu pembaca memahami bagaimana kegiatan berlangsung. 4. Hasil Kegiatan Inilah inti laporan. Tuliskan hasil yang diperoleh setelah kegiatan selesai. Misalnya: Target peserta tercapai. Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai jadwal. Peserta memberikan respons positif. Terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah pelatihan. Gunakan data jika tersedia agar laporan lebih meyakinkan. 5. Kendala yang Dihadapi Tidak semua kegiatan berjalan sempurna. Tuliskan kendala yang benar-benar terjadi, misalnya: Perubahan cuaca. Keterlambatan narasumber. Gangguan teknis. Jumlah peserta melebihi kapasitas. Bagian ini menunjukkan bahwa laporan dibuat secara objektif. 6. Kesimpulan dan Saran Tutup laporan dengan kesimpulan singkat mengenai keberhasilan kegiatan. Jika diperlukan, tambahkan saran sebagai bahan perbaikan untuk kegiatan berikutnya. Cara Membuat Laporan Kegiatan yang Terstruktur Supaya laporan mudah dibaca, lakukan beberapa langkah berikut. Catat Informasi Selama Kegiatan Berlangsung Jangan mengandalkan ingatan. Catat waktu, jumlah peserta, hasil kegiatan, hingga dokumentasi selama acara berlangsung. Gunakan Bahasa yang Jelas Hindari kalimat berbelit-belit. Sampaikan informasi secara langsung sehingga pembaca mudah memahami isi laporan. Sertakan Data Pendukung Jika memungkinkan, tambahkan: Foto kegiatan Daftar hadir Grafik hasil kegiatan Rekap anggaran Dokumentasi lainnya Dokumen pendukung membuat laporan lebih kredibel. Gunakan Format yang Konsisten Pastikan penggunaan heading, penomoran, font, dan spasi seragam dari awal hingga akhir. Hal sederhana ini membuat laporan terlihat lebih profesional. Contoh Laporan Kegiatan Singkat Berikut contoh sederhana. Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan Workshop & Pelatihan Digital Marketing UMKM 2026 Nama Kegiatan Workshop & Pelatihan Digital Marketing by SokaTree Penyelenggara Dinas Koperasi dan UMKM Kota Depok Waktu Pelaksanaan Selasa – Rabu, 23 – 24 Juni 2026 Tempat Aula Utama Gedung Graha Multimedia, Yogyakarta I. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke ekosistem digital. Guna meningkatkan daya sang dan memperluas jangkauan pasar, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai strategi pemasaran digital (digital marketing). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk membekali para pelaku UMKM dengan keterampilan praktis dalam mengoptimalkan media sosial, marketplace, dan periklanan digital. II. Tujuan Kegiatan Meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM mengenai strategi branding di platform digital. Memberikan pelatihan praktis (hands-on) pembuatan konten pemasaran yang menarik. Mengajarkan teknik dasar periklanan digital berbayar (Facebook Ads & Google Ads). Mendorong percepatan digitalisasi produk lokal agar mampu bersaing di kancah nasional. III. Target & Realisasi Peserta Target utama dari pelatihan ini adalah para pemilik UMKM aktif di wilayah sekitar yang bergerak di sektor kuliner, fashion, dan kerajinan tangan. Dari target awal sebanyak 50 peserta, kegiatan ini berhasil dihadiri oleh 52 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. IV. Rincian Anggaran Kegiatan No Komponen Pengeluaran Volume Total Biaya (Rp) 1 Honorarium Pemateri / Mentor 2 Orang 5.000.000 2 Sewa Tempat & Fasilitas Multimedia 2 Hari 3.500.000 3 Konsumsi (Snack & Makan Siang) 55 Paket x 2 Hari 4.400.000 4 Atribut Pelatihan & Sertifikat Cetak 55 Paket 1.650.000 Total Pengeluaran: 14.550.000 V. Hasil dan Dampak Kegiatan Berdasarkan evaluasi di akhir sesi, seluruh peserta berhasil membuat akun bisnis resmi di marketplace dan mampu menyusun content calendar untuk promosi satu bulan ke depan. Sebanyak 85% peserta menyatakan sangat puas terhadap materi yang dibawakan serta mengharapkan adanya pendampingan lanjutan secara berkala. VI. Penutup Pelaksanaan Workshop & Pelatihan Digital Marketing UMKM 2026 ini berjalan dengan lancar dan sukses tanpa kendala yang berarti. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara ini. Semoga materi yang disampaikan dapat memberikan dampak positif nyata bagi omzet dan perkembangan usaha para peserta. Mengetahui, Ketua Panitia ( Budi Santoso, M.M. ) Yogyakarta, 25 Juni 2026 Sekretaris ( Kesdik Bayu.S.H ) Laporan Kegiatan Sekolah Laporan kegiatan sekolah umumnya digunakan untuk: Class meeting Study tour Peringatan Hari Kemerdekaan Pentas seni Seminar Kegiatan Pramuka Bakti sosial Contoh Laporan Kegiatan Study Tour untuk Sekolah Laporan Kegiatan Pelaksanaan Study Tour Edukasi Sejarah dan Budaya – SMA Negeri 1 Kemajuan Nama Kegiatan Study Tour Kebudayaan & Sains Terpadu 2026 Sasaran Peserta Siswa-Siswi Kelas XI (MIPA dan IPS) Waktu Pelaksanaan Kamis – Sabtu, 14 – 16 Mei 2026 Kota Tujuan Yogyakarta (Candi Prambanan, Keraton, Taman Pintar) I. Pendahuluan Pembelajaran di luar kelas (outbound learning) merupakan metode krusial untuk menyeimbangkan teori sains dan humaniora yang didapatkan siswa di sekolah. Kegiatan study tour tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai kekayaan sejarah bangsa sekaligus penerapan teknologi praktis secara interaktif di pusat sains. II. Maksud dan Tujuan Memperluas wawasan siswa mengenai peninggalan sejarah dan pelestarian budaya lokal. Mengamati langsung implementasi ilmu fisika, biologi, dan astronomi di Taman Pintar. Melatih kemandirian, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan antar siswa di luar lingkungan sekolah. Memenuhi tugas penyusunan karya tulis ilmiah kelompok sebagai syarat penilaian akademik. III. Pelaksanaan & Objek Wisata Kegiatan berlangsung selama tiga hari dua malam dengan total rombongan sebanyak 120 siswa dan 10 guru pendamping. Adapun rute objek yang berhasil dikunjungi meliputi: Candi Prambanan: Fokus pada studi arsitektur kuno dan sejarah dinasti nusantara. Keraton Yogyakarta: Mempelajari struktur tata negara adat dan seni budaya Jawa. Taman Pintar Yogyakarta: Eksperimen laboratorium sains interaktif dan wahana planetarium. IV. Realisasi Anggaran Biaya No Alokasi Kebutuhan Kuantitas Jumlah (Rp) 1 Sewa Bus Pariwisata Eksekutif (Full AC) 3

Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta dan Berapa Pesangonnya?

batas usia pensiun karyawan swasta

Di Indonesia, tidak ada satu angka tunggal yang kaku untuk usia pensiun karyawan swasta, melainkan diatur secara bertahap berdasarkan regulasi pemerintah dan kebijakan internal perusahaan. Banyak pekerja swasta masih mengira usia pensiun adalah 55 tahun. Padahal, aturan yang berlaku saat ini sudah mengalami beberapa penyesuaian. Lalu, berapa sebenarnya usia pensiun karyawan swasta 2026? Apakah masih 55 tahun? Bagaimana ketentuannya menurut BPJS Ketenagakerjaan dan UU Cipta Kerja? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan data yang dihimpun oleh Sokatree.id. Usia Pensiun Karyawan Swasta 2026 Berapa Tahun? Berdasarkan PP Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, usia pensiun untuk Program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan terus meningkat secara bertahap hingga mencapai 65 tahun. Setelah usia pensiun naik menjadi 59 tahun pada tahun 2025, maka usia pensiun tersebut masih tetap berlaku untuk periode 2025–2027. Dengan demikian, usia pensiun 2026 yang digunakan dalam Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan adalah 59 tahun. Pesangon yang Didapatkan oleh Karyawan Sesuai Undang-Undang Berdasarkan Lama Kerja Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 56, perhitungan uang pensiun karyawan swasta (yang kini mengacu pada aturan turunan UU Cipta Kerja) memiliki formula standar yang terdiri dari tiga komponen: Uang Pesangon (UP), Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), dan Uang Penggantian Hak (UPH). Berdasarkan Pasal 56 ayat (1), pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja (PHK) karena karyawan memasuki usia pensiun, dan karyawan berhak atas: Uang Pesangon sebesar 1 kali ketentuan Pasal 40 ayat (2). Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) sebesar 1 kali ketentuan Pasal 40 ayat (3). Uang Penggantian Hak (UPH) sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4). Berikut adalah detail besaran upah/pesangon berdasarkan masa kerja langsung ke intinya: Tabel Uang Pesangon (UP) — 1 Kali Ketentuan Masa Kerja Besaran Pesangon Kurang dari 1 tahun 1 bulan upah 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan upah 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah 3 years atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan upah 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan upah 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan upah 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan upah 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan upah 8 tahun atau lebih 9 bulan upah Tabel Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) — 1 Kali Ketentuan Hanya berlaku jika masa kerja minimal sudah 3 tahun. Masa Kerja Besaran UPMK 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan upah 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan upah 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun 4 bulan upah 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun 5 bulan upah 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan upah 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun 7 bulan upah 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan upah 24 tahun atau lebih 10 bulan upah Uang Penggantian Hak (UPH) Komponen ini meliputi: Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat di mana pekerja diterima bekerja (jika ada). Hal-hal lain yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP), atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Catatan Penting Korporasi (Pengecualian Pasal 56 ayat 2): Jika perusahaan telah mengikutsertakan karyawan dalam program pensiun (seperti DPLK atau jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan) yang iurannya dibayar oleh pengusaha, maka iuran yang telah dibayar tersebut dapat diperhitungkan sebagai bagian dari pemenuhan uang pesangon. Jika hak dari program pensiun itu lebih kecil dari aturan PP 35/2021, pengusaha wajib membayar selisihnya. Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta Menurut UU Cipta Kerja Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap UU Cipta Kerja menetapkan angka pasti usia pensiun pekerja swasta. Faktanya, UU Cipta Kerja tidak secara spesifik menentukan batas usia pensiun karyawan swasta. Usia pensiun biasanya diatur dalam: Perjanjian kerja. Peraturan perusahaan. Perjanjian kerja bersama (PKB). Artinya, setiap perusahaan dapat menetapkan usia pensiun yang berbeda selama sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta Menurut UU Cipta Kerja Dalam praktiknya, banyak perusahaan menggunakan usia pensiun antara 55 hingga 60 tahun. Ketika seorang pekerja telah mencapai usia pensiun yang ditetapkan perusahaan, hubungan kerja dapat berakhir karena alasan pensiun sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, tidak ada satu angka yang berlaku untuk seluruh perusahaan swasta di Indonesia. Apakah Usia Pensiun Karyawan Swasta Masih 55 Tahun? Masih banyak perusahaan yang menetapkan usia pensiun 55 tahun dalam peraturan internalnya. Karena itulah istilah “usia pensiun 55 tahun” masih sering ditemui, terutama pada perusahaan lama atau sektor industri tertentu. Namun perlu dipahami bahwa usia pensiun perusahaan dan usia pensiun untuk manfaat Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan adalah dua hal yang berbeda. Seseorang bisa saja pensiun dari perusahaan pada usia 55 tahun, tetapi baru berhak menerima manfaat Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan ketika mencapai usia pensiun yang ditetapkan dalam program tersebut, yaitu 59 tahun untuk periode saat ini. Usia Pensiun Karyawan Pabrik Apakah Sama? Tidak selalu. Usia pensiun karyawan pabrik pada dasarnya mengikuti peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang berlaku di masing-masing perusahaan. Namun dalam praktiknya, usia 55 tahun masih cukup umum digunakan pada sektor manufaktur karena mempertimbangkan faktor fisik pekerjaan dan kebutuhan regenerasi tenaga kerja. Karena itu, pekerja pabrik sebaiknya memeriksa langsung aturan yang berlaku di perusahaan tempatnya bekerja. Usia Pensiun Menurut BPJS Ketenagakerjaan Menurut ketentuan Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, usia pensiun mengalami kenaikan bertahap sebagai berikut: Tahun Usia Pensiun Tahun Usia Pensiun 2019–2021 57 Tahun 2022–2024 58 Tahun 2025–2027 59 Tahun 2028–2030 60 Tahun Kenaikan ini akan terus berlangsung setiap tiga tahun hingga mencapai usia 65 tahun. Pensiun di Usia 55 Tahun, Kapan Bisa Menerima Manfaat BPJS? Misalnya seorang karyawan telah bekerja selama 30 tahun di sebuah perusahaan manufaktur. Peraturan perusahaan menetapkan usia pensiun 55 tahun sehingga ia resmi berhenti bekerja pada usia tersebut. Namun karena dirinya terdaftar dalam Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, manfaat pensiun bulanan baru dapat diterima sesuai usia pensiun yang ditetapkan program, yaitu 59 tahun untuk periode saat ini. Kasus seperti ini sering menimbulkan kebingungan

Ada yang bisa kami bantu? 👋